Masih Banyak PSK Asal Luar Daerah

0
475
TANPA CCTV: Deretan wisma di lokalisasi Klopoan, Kecamatan Sempu.
TANPA CCTV: Deretan wisma di lokalisasi Klopoan, Kecamatan Sempu.

SEMENTARA itu, upaya pemkab menertibkan praktik pelacuran di Bumi Blambangan tam paknya belum berjalan efektif. Bahkan, larangan bagi para penjaja seks komersial (PSK) asal luar daerah beroperasi di wilayah Banyuwangi ternyata tidak sepenuhnya diindahkan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seperti yang terjadi di lokalisasi Klopoan. Di tempat pelacuran yang berlokasi di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, itu para penyedia jasa esek-esek asal luar daerah masih banyak. Sumber kuat koran ini menyebutkan, dari sekitar 50-an PSK yang beroperasi di lokalisasi tersebut, sedikitnya 18 orang berasal dari luar Banyuwangi.

Loading...

Sumber yang tidak bersedia namanya dikorankan itu merinci, di wisma yang dikelola seseorang berinisial G terdapat dua “kupu-kupu malam” asal Jember. Di wisma milik M, jumlah PSK asal luar daerah lebih besar lagi, yakni tiga orang. Mereka berasal dari Jember dan Lamongan.

Wisma yang dikelola I menampung tiga PSK asal Bondowoso, Situbondo, dan Jember. Di wisma yang dikelola S terdapat dua PSK asal Situbondo. Di wisma yang dikelola T terdapat seorang PSK asal Jember. “Tujuh PSK lain yang juga berasal dari luar daerah masih beroperasi di lokalisasi Klopoan.

Mereka tersebar di wisma yang dikelola I, S, dan G,” rinci sumber tersebut. Masih menurut sumber tersebut, akhir-akhir ini jumlah pengunjung di lokalisasi Klopoan mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Fenomena itu disinyalir imbas pemasangan closed circuit television (CCTV) di lokalisasi Sumberloh dan Gempol Porong.“Jadi, bisa jadi para pelanggan di dua lokalisasi itu pindah ke lokalisasi Klopoan. Tujuannya, menghindari sorotan CCTV,” pungkas sumber tersebut. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2