Masuk Kantor Polisi pun Masih Ngoceh

0
462
TELER: Agus menggigit sebungkus dextro.

Baru kali ini polisi gelenggelang oleh tingkah tersangka pengedar 900 butir pil dextro. Bukannya menyesal, Agus Priyanto, 27, tersangka pengedar dextro itu, malah teler saat ditangkap. Masuk kantor polisi pun dia masih terus ngoceh.

ALI NURFATONI, Gambiran

APARAT  Polsek Gambiran menggelar razia minuman keras (miras) kemarin. Dalam operasi pemberantasan penyakit masyarakat tersebut, polisi berhasil menyita ratusan botol miras ilegal. Ratusan miras berbagai merek tersebut ditemukan di beberapa lokasi. Selain itu, polisi juga berhasil menangkap dua pemuda yang diduga mengedarkan pil tanpa izin, yakni pil dextro. Kedua tersangka itu adalah Agus Priyanto, 27, warga Dusun Yosowinangun, Desa Jajag; dan Dodi Sugiarto, 25, warga Dusun Kampung Baru, Desa Jajag.

Dari tangan Agus Priyanto, polisi mengamankan 900 butir pil dextro. Ratusan butir obat warna kuning tersebut dibungkus dalam beberapa paket. Satu paket ada yang berisi 20 hingga 25 butir. Tentu saja, satu paket hemat (pahe) tersebut dijual dengan harga beragam, misalnya 20 butir dijual seharga Rp 5 ribu. Dari tangan Dodi Sugiarto, polisi menyita 100 butir pil dextro. Pemuda bertato itu ditangkap polisi Senin malam lalu (14/5).

Tersangka ditangkap di areal persawahan, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Purwodadi. Selain menemukan barang bukti, polisi juga menyita uang tunai senilai Rp 74 ribu yang diduga hasil penjualan dextro. Sementara itu, polisi dibuat geleng-geleng kepala oleh Khusus Agus Priyanto yang sehari-hari  bekerja sebagai tukang tambal ban. Sebab, tingkah bapak beranak satu itu tidak wajar. Bahkan, pria berbadan tambun tersebut bersemangat ketika wartawan memotret dirinya .

‘’Foto saja wes, biar saya terkenal dan jadi artis,’’ ujarnya sambil terkekeh-kekeh. Agus terus berperilaku aneh. Saat ekspose hasil razia, dirinya juga tidak malu menunjukkan barang bukti dextro yang dia jual. Bahkan, satu paket dextro isi 20 butir sempat dia digigit. Sambil cengengesan, dia tidak peduli bahwa dirinya tengah berurusan dengan hukum.

Baca :
Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Rumah di Wonosobo Digruduk dan Didapati Dua Wanita Diduga PSK

Polisi yang melihat tingkah aneh tersebut hanya bisa mengelus dada. Sebetulnya polisi tidak kaget dengan perilaku tersebut. Sebab, saat ditangkap di tempat kerjanya, dia masih dalam keadaan mabuk karena baru menenggak pil haram tersebut. ‘’Dia masih ngefly. Nanti kalau sudah sadar, dia pasti akan menyesal,’’ ungkap Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud, sambil melihat tingkah aneh pelaku.

Tersangka terus berulah hingga membuat polisi tidak bisa menyembunyikan tawa. Saat pelaku akan digelandang ke Mapolres Banyuwangi, misalnya. Bersama Dodi, dia dibawa polisi menggunakan mobil patroli. Saat ditanya wartawan koran ini akan ke mana, justru dia balik bertanya. “Kok tanya saya. Tanya Pak Polisi saya mau diajak ke mana. Saya mau ke mana tidak tahu,’’ jawabnya dengan tangan diborgol.

Sementara itu, Polsek Gambiran akan terus melakukan operasi dalam upaya mencegah aksi kriminal. Operasi tersebut bersandi Operasi Pekat 2012. Operasi tersebut akan berakhir tanggal 24 Mei mendatang. “Operasi tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan,” pungkas AKP Ibnu Mas’ud. (radar)