Mbah Rono: Ijen sedang Sakit Kronis

0
381
Surono
Surono

SONGGON – Selain Gunung Raung, Banyuwangi juga memiliki Gunung Ijen yang sama-sama berstatus siaga. Hingga kini, gunung setinggi 2.386 meter di atas permukaan laut (dpl) itu masih diberlakukan larangan adanya aktivitas manusia pada radius 1,5 kilometer.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mengenai aktivitas Gunung Ijen, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Surono, menjelaskan, jika gunung tersebut mempunyai perbedaan yang cukup mencolok dengan Gunung Raung. ‘’Kalau Gunung Ijen frekuensinya lebih rendah dibandingkan dengan Gunung Raung,’’ ungkapnya.

Karena itu, lanjut dia, Pos Pengamatan Gunung Ijen sempat merekam gempa tremor yang terjadi di Gunung Raung. Saking kuatnya, gempa tremor tersebut sampai menutup aktivitas Gunung Ijen. ‘’Data Ijen sampai tertutup. Memang frekuensi Gunung Raung cukup tinggi,’’ terangnya.

Meski begitu, kata dia, Gunung Ijen tetap tidak bisa dipandang remeh. Sebab, gunung yang menghasilkan belerang itu sempat naik hingga 11 derajat. ‘’Iya kalau hanya satu gelas saja nggak masalah naik 11 derajat. Menjadi masalah kalau air sebanyak 36 juta meter kubik naik 11 derajat. Itu sungguh luar biasa,’’ terang pria yang akbrab disapa Mbah Rono itu.

Loading...

Artinya, lanjut Mbah Rono, warga harus tetap hati-hati. Sebab, dengan naik terus menerus bisa jadi erupsi alias meletus di dalam. ‘’18 juta meter kubik air bisa tumpah. Padahal, kandungan airnya cuma 0,2, sedangkan accu PH-nya sekitar 3 sampai 4,’’ jelasnya. Dia mengibaratkan Gunung Ijen tersebut sedang mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, gunung yang menjadi jujukan wisatawan itu sedang sakit cukup parah. ‘’Ijen itu sakit agak kronis.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2