Melaut Butuh Rp 6 Juta

0
467

SEMENTARA itu, nelayan Muncar yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pesisir (Formasi) menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM bukan tanpa dasar. Sebab, selama ini kebutuhan BBM jenis solar bagi nelayan yang akan bekerja di laut sangat tinggi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Menurut Koordinator Formasi Muncar, Damanhuri, biaya bagi nelayan yang akan mencari ikan di laut sekitar Rp 6 juta. Dana sebesar itu hanya untuk kebutuhan operasional sekali jalan bagi kapal slerek yang mencari ikan di Selat Bali.

“Biaya sebesar itu, hampir semua untuk membeli BBM,” ungkapnya saat ditemui anggota DPRD di ruang khusus Gedung Dewan kemarin (22/3). Bagi nelayan yang mencari ikan di sekitar perairan Muncar, lanjut dia, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 3 juta untuk sekali jalan. Biaya operasional yang tinggi itu dikalkulasi untuk harga solar Rp 4.500 per liter.

“Biaya itu bagi nelayan sudah cukup berat,” cetusnya. Bila pemerintah menaikkan harga BBM, kata dia, tentunya biaya operasional nelayan akan semakin tinggi. Jadi akan semakin memberatkan nelayan. “Nelayan bisa bangkrut semua, karena ikan hasil tangkapan belum maksimal,” ujarnya.

Di hadapan wakil rakyat, Damanhuri menyatakan, nelayan Muncar baru beberapa bulan terakhir merasakan hasil tangkapan ikan. Itu setelah dua tahun, nelayan mengalami masa paceklik. “Banyak perabotan rumah melayang, karena paceklik itu. Kita baru bisa senyum sebentar, sudah akan ada kenaikan BBM,” sesalnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last