Mencari RS yang Mampu Merawat Uul

0
472

mencariCLURING – Kesanggupan Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas membantu pemulangan Sihatul Alfiyah alias Uul, 24, TKW yang sudah enam bulan koma di Taiwan, ternyata masih belum membuat keluarga korban lega. Sebab, keluarga korban di Dusun Rumping, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, masih bingung perawatan Uul saat dipulangkan ke tanah air nanti. Pihak keluarga bingung dengan perawatan bila Uul nanti pulang ke Banyuwangi.

“Bukan hanya masalah biaya, tapi juga masalah rumah sakit yang akan merawatnya,” terang Suhandik, 28, suami Uul, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi Sabtu (22/3) lalu. Suhandik yang baru kembali menjenguk istrinya di Taiwan itu tidak tega dengan kondisi Uul. Terkait pemulangan dan perawatan, kini dia mengaku hanya pasrah. “Saya telah menandatangani permohonan kepada bapak bupati untuk membantu kepulangannya,” katanya.

Sebelum sampai di rumah, Suhandik sepekan berada di kantor Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) Malang yang telah memberangkatkan istrinya ke Taiwan. Bersama PJTKI, dia konsultasi kepada dokter untuk perawatan nanti,” ujarnya. Setelah mengunjungi sejumlah dokter spesialis dan rumah sakit, kata dia, ternyata tidak ada dokter atau rumah sakit yang mampu merawatnya. Penyakit yang menimpa istrinya di anggap sudah terlalu berat. “Ini yang membuat kami bingung,” terangnya.

Sebelum berangkat ke Taiwan, Suhandik bersama keluar ga selalu menuntut agar Uul dirawat di rumah sakit Taiwan hingga sembuh seperti semula. Tetapi, setelah melihat kon disinya secara langsung, dirinya minta agar perempuan yang telah memberi satu putra ini dibawa pulang. “Kami ingin (Uul) dibawa pulang saja,” ujarnya. Keinginan Suhandik agar istrinya dibawa pulang setelah melihat bahwa di rumah sakit sembilan lantai itu Uul hanya  menjalani perawatan. “Tidak diobati kok, hanya menjalani perawatan. Rumah sakit itu seperti panti jompo,” ungkapnya. (radar)