BANYUWANGI, KOMPAS.com – Matahari bersinar cerah saat pertandingan persahabatan tersebut mempertemukan dua tim sepak bola disabilitas yaitu Persawangi Banyuwangi dan Persaid Jember yang digelar di Stadion Diponegoro, Senin (1/12/2025).
Pertandingan berlangsung dua kali dengan komposisi skuad yang berbeda untuk masing-masing tim yang digelar di lapangan mini seukuran kira-kira lapangan minisoccer.
Jumlah pemain dalam tiap laga terdiri dari tujuh orang untuk masing-masing tim dengan lama pertandingan umumnya 25 menit kali dua.
Namun pada pertandingan persahabatan hari itu, pertandingan dilaksanakan lebih singkat, yakni hanya 15 menit kali dua.
Baca juga: Perjuangan Suporter Disabilitas Tonton Laga Persewangi Banyuwangi…
Koordinator Panitia Laga Persahabatan Sepak Bola Amputasi itu, Indah Catur Cahyaningtyas, mengatakan, laga persahabatan itu digelar untuk mengakomodir permintaan para pemain Persawangi.
“Teman-teman ingin berkampanye melalui pertandingan persahabatan ini. Kampanye yang ingin disampaikan bahwa teman-teman amputasi itu juga bisa bermain olahraga sepak bola yang menyenangkan,” kata Indah.
Wadah sepak bola amputasi, kata Indah, sangat efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri para penyandang disabilitas amputasi.
“Semua berusaha untuk bisa ikut bermain dengan semangat dan mereka gembira kalau sudah di lapangan,” sambung dia.
Laga ini juga menjadi bagian dari menyambut Hari Disabilitas Internasional yang dirayakan setiap 3 Desember.
Indah menyebut, Persawangi sebagai tim sepak bola amputasi di Banyuwangi telah eksis sejak tahun 2000 yang juga menjadi satu dari tiga klub sepak bola amputasi terawal di Jawa Timur.
Baca juga: Gemasnya Gala, Suporter Cilik Persewangi yang Gemar Bola sejak Dini
Selain aktif bermain untuk laga persahabatan, Persawangi juga sering mengikuti berbagai kompetisi yang digelar, baik tingkat regional maupun nasional.
“Yang terakhir itu, ikut Piala Kapolresta Cup di Malang tingkat Jawa Timur. Saat itu dapat juara tiga,” kata wanita yang juga manager tim Persawangi itu.
Saat ini, Persawangi beranggotakan sekitar 25 orang pemain. Mereka terdiri dari dua tim, yakni tim A dan B. Kedua tim rutin menggelar pertandingan.
“Alhamdulillah saat ini perhatian pemerintah kabupaten bagus. Kalau ada pertandingan luar kota, kami disiapkan kendaraan oleh Dispora. Difasilitasi juga,” tuturnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang





