Menggagas Kejuaraan Berkuda

0
482
Ali Hamzah

PORDASI Banyuwangi belum genap tiga bulan dibentuk. Namun, induk olahraga yang membidangi balap kuda itu tidak ingin ketinggalan dalam menunjukkan eksistensi. Rencananya, Pordasi Banyuwangi menggelar kejuaraan pacuan kuda tingkat kabupaten (kejurkab)bulan ini.

Ketua Pordasi Banyuwangi, Ali Hamzah mengatakan, kejuaraan yang digelar Desember tersebut merupakan hajatan per dana bagi organisasinya. Ke juaraan yang akan digeber 23 Desember itu dijadwalkan di laksanakan di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi. “Lombanya akan BAGAIMANA menghasilkan kuda ideal untuk sebuah perlombaan? Ada banyak hal
yang harus diperhatikan untuk menentukan kuda tunggangan dalam lomba. Hal tersulit dalam menilai seekor kuda adalah kondisi fisik dan konstruksinya.

Posturnya, apakah sudah atletis? Apakah ada cacat fi sik? Apakah jalannya sudah tegak dan lurus? Apakah langkahnya benar atau silang? Selain itu, perlu juga dicek kondisi mata, telinga, napas, kerongkongan, perut, dada, kaki, kuku dan sebagainya. “Ada banyak yang mesti dilihat. Itu menjadi hal yang menentukan dalam memilih dan memberi penilaian harga kuda,” ujar Siswo Budi P, Ketua Harian Pordasi Banyuwangi. Budi menambahkan, kalau semua kriteria tersebut sudah dipenuhi, masih ada lagi yang harus diperiksa yaitu perangai dan karakter kuda tersebut.

Pemandangan saat kuda suka menggigit, kuda suka menendang, kuda suka berdiri, kuda suka berhenti, semua harus dipertimbangkan sebelum menentukan sebuah pilihan. Baca Perlu…Hal 35 Perlu Latihan Mencetak Kuda Pacuan dilaksanakan selama sehari,” katanya. Ali menambahkan, Pantai Boom dipilih bu kan tanpa ala san. Di akuinya, sejauh ini
Pordasi belum memiliki lokasi lat ihan dan arena lomba yang representatif. Dia melihat kawasan Pantai Boom cocok menjadi lokasi kejuaraan. Di kejuaraan yang sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Banyuwangi itu, Pordasi mempersiapkan lima ke las. Lima kelas yang akan di pertandingkan tersebut adalah sunddle A, B, dan C serta lokal A dan B. “Semua kelas balap atau pacuan,” bebernya. (radar)