Menyemut Nonton Karnaval Kemanten

0
563

BANYUWANGI – Perhelatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2015 ini benar-benar mampu menyuguhkan tontonan yang menghibur kemarin (17/10).  Dimulai pukul 13.00, karnaval budaya yang kali ini mengusung  4 tema “The Usingnese Royal Wedding” tersebut sukses mengangkat busana pengantin asli Banyuwangi menjadi suguhan apik bertaraf internasional dalam sebuah karnaval.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“The Usingnese Royal Wedding” dipilih sebagai tema BEC tahun ke-5 ini dengan tujuan menunjukkan sebuah gambaran umum tentang busana adat pengantin masyarakat Banyuwangi. Perhelatan BEC 2015 kemarin terbagi menjadi tiga sub tema busana pengantin, yakni sekar kedaton, sembur kemuning, dan mupus braen Blambangan.

Selain tiga sub tema tersebut, hadir pula barisan peserta BEC cilik yang mengusung tema “Pengapit Kemanten” atau dayang. The Best BEC 2014 juga ditampilkan dalam perhelatan BEC 2015 kemarin. Tidak ketinggalan, dalam iring-iringan peserta BEC kemarin juga disuguhkan display tema BEC tahun depan.

Tahun depan tema yang diusung adalah “The History of Sri Tanjung”. Pada barisan paling belakang ditampilkan dua talent yang menjadi Sidopekso dan Sri Tanjung. Dalam iring-iringan tersebut ada penari gandrung bule.

Tema busana pengantin asli Banyuwangi memang benar-benar membuat masyarakat lebih tahu bahwa Banyuwangi memiliki busana pengantin lokal yang tak kalah bagus dibanding busana pengantin daerah lain. “Ternyata busana pengantin lokal Banyuwangi ini bagus juga ya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last