Minta Satpol PP Ditarik

0
407
KLESOTAN: Para PKL berada di ruang lobi kantor Pemkab Banyuwangi.

BANYUWANGI – Perseteruan para pedagang kaki lima (PKL) dan Pemkab Banyuwangi se-makin memanas. Sebanyak 35 pedagang yang selama ini mangkal di Jalan Ahmad Yani kema-rin mendatangi kantor Pemkab Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebagian PKL sempat akan naik ke ruang kerja bupati di lantai dua, tapi berhasil dihalang-halangi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kita ingin bertemu bupati,” cetus Suhailik, salah satu PKL. Rombongan anggota PKL tersebut datang ke kantor bupati sekitar pukul 10.30.

Sayangnya, mereka tidak bisa bertemu orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwa-ngi itu karena sedang ada acara di Jakarta. “Bapak bupati ada
acara di Jakarta,” terang asisten pemerintahan Abdullah di ha-dapan para PKL.
Abdullah ternyata tidak bisa memenuhi tuntutan para PKL agar semua anggota Satpol PP yang berjaga-jaga di sepanjang Jalan Ahmad Yani ditarik.

“Pak Abdullah tidak berani menjamin Satpol PP akan ditarik, kita ya tidak mau pulang,” kata Suhailik. Para PKL di ruang lobi pemkab itu sempat berorasi dan meminta agar diperbolehkan berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Mereka mengancam akan terus menduduki kantor pemkab bila tuntutannya tidak dipenuhi. “Kita akan tunggu sampai bertemu bupati,” ancamnya.

Loading...

Suhailik mengaku, pada Rabu (11/4) PKL diterima Komisi II DPRD Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2