Banyuwangi, Jurnalnews.com – Sebanyak 151 anggota Koperasi Republik Indonesia (KPRI) Mardi Utomo berkumpul di Aula Wilkersatdik Wongsorejo, Sabtu pagi (28/2/2026), dalam agenda Rapat Anggota–Rapat Kerja (RA-RK) Tahun 2026 dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025.
Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri para anggota, tetapi juga pengawas, pembina, serta pengurus koperasi kabupaten. Forum tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan langkah strategis koperasi ke depan.
Ketua Pengurus KP-RI Mardi Utomo, Hendro Susilo, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan rapat telah sesuai dengan amanat AD/ART koperasi.
“Sesuai AD/ART, dalam setiap rapat direncanakan membahas dua agenda, seperti saat ini yakni rencana kerja tahun 2026 dan laporan pertanggungjawaban pengurus akhir tahun buku 2025. Mekanisme pelaksanaannya tentu melalui sistem demokrasi, yaitu musyawarah mufakat,” jelasnya.
Hendro juga menyampaikan bentuk apresiasi bagi anggota yang telah mengabdi namun keluar dari koperasi. Anggota dengan masa pengabdian kurang dari 10 tahun akan menerima tunjangan Rp500 ribu. Masa pengabdian 20–30 tahun mendapat Rp750 ribu, sementara di atas 30 tahun memperoleh Rp1 juta.
“Ini sifatnya penghargaan, meskipun nilainya tidak besar, tetapi sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi anggota,” imbuhnya.
KPRI Mardi Utomo sendiri beranggotakan sekitar 151 orang yang terdiri dari guru ASN, PPPK paruh waktu dan penuh waktu, serta guru purnatugas.
Korwilkersatdik Wongsorejo yang juga pembina koperasi, Nurhadi Tendean, berharap generasi muda dapat aktif dan belajar mengelola organisasi koperasi.
“Alhamdulillah koperasi kita masih berjalan baik. Ini sebenarnya pembelajaran untuk mengatur ekonomi. Saya berharap teman-teman muda mau aktif dan belajar agar bisa meneruskan roda organisasi. Omzet kita sangat besar, lebih dari Rp4 miliar. Itu modal kita bersama, dan keuntungannya juga kembali kepada anggota,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus KPRI Banyuwangi, H. Safrudin, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga soliditas antara pengurus dan anggota.
“Pembahasan RA-RK dan RAT kalau bisa lebih cepat lebih baik. Jangan sampai ada masalah di pengurus maupun anggota. Modal koperasi dari kita dan hasilnya untuk kita juga. Maka kita semua berkewajiban membesarkan koperasi ini,” pesannya sebelum secara resmi membuka rapat pada pukul 09.43 WIB.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan agenda RA-RK Tahun 2026 dan RAT Tahun Buku 2025 secara musyawarah mufakat. (Venus Hadi)








