JAKARTA, KOMPAS.com – Dinamika mobilitas nasional menjelang siklus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mengalami transformasi signifikan seiring dengan aktivasi sejumlah ruas tol strategis.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, mengonfirmasi bahwa Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan Seksi Setu-Sukabungah dan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Seksi 2 Gending-Paiton akan menjadi instrumen krusial dalam memitigasi risiko kongesti lalu lintas pada koridor utama Trans Jawa.
Baca juga: Panduan Jalur Alternatif Saat Tol Wiyoto Wiyono Ditutup Sementara
Langkah ini bukan sekadar upaya rekayasa lalu lintas temporer, melainkan sebuah manifestasi dari progresivitas pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada efisiensi logistik dan keselamatan publik.
“Salah satu fokus kami dalam persiapan Lebaran 2026 adalah pengoperasian fungsional Tol Japek II Selatan Seksi Setu-Sukabungah, dan Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi Gending-Paiton,” ujar Rivan, Sabtu (10/1/2026).
Tol Japek II Selatan
Berbeda dengan periode sebelumnya yang mengharuskan pengguna jalan melintasi kawasan industri yang padat, progres pembangunan kini telah mencapai titik Setu, memberikan rute alternatif yang lebih murni dan efisien.
Menarik untuk dicermati bahwa Jasa Marga menekankan pada aspek kenyamanan visual dan psikologis pengguna jalan.
Rencana pemasangan lampu penerangan permanen pada jalur fungsional ini merupakan langkah antisipatif terhadap fenomena driver fatigue dan kecemasan berkendara di jalur baru yang cenderung sepi.
Baca juga: Jalan Tol Wiyoto Wiyono Ditutup Sementara Mulai Pukul 23.30 WIB
Secara teknis, pencahayaan yang optimal akan meningkatkan kewaspadaan pengendara, mengurangi risiko kecelakaan pada jam-jam transisi (senja atau fajar), dan endorong distribusi beban kendaraan secara merata karena masyarakat merasa aman melintasi jalur tersebut.
Di wilayah Timur, perpanjangan fungsional Tol Probowangi Seksi 2 Gending-Paiton sepanjang 24,08 kilometer menjadi strategi kunci.
Jalur ini diposisikan sebagai “katup pelepas” (relief valve) utama untuk membedah titik jenuh (saturation point) yang kerap terjadi di jalur arteri Pantura Jawa Timur.
Parameter Operasional dan Diskresi Kepolisian
Operasionalisasi ruas Gending-Paiton akan mengikuti protokol ketat, menyesuaikan dengan arus puncak dan balik Lebaran 2026, berkaca pada kesuksesan Nataru 2025/2026.
Baca juga: Lebaran Bisa Lewat Tol Setu-Sukabungah, Bakal Dipasang Lampu Permanen
Jam operasional terbatas pukul 06.00-16.00 WIB. Pembatasan ini merupakan bentuk manajemen risiko geoteknik dan sarana pendukung yang belum mencapai status operasional penuh 100 persen.
Penggunaan jalur ini sepenuhnya bergantung pada diskresi kepolisian, mengacu pada indikator kepadatan di jalur arteri yang terpantau secara real-time.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang








