Mulut Dilakban, Motor Disikat

  • Bagikan

Kawanan Begal Jalanan Lumpuhkan Debt Collector

BANYUWANGI – Aksi perampasan sepeda motor semakin menggila di wilayah Banyuwangi. Setelah beberapa mobil hilang, kali ini begal jalanan mulai beraksi di malam hari. Korbannya adalah Anta, 28, seorang debt collector dari sebuah leasing (lembaga pembiayaan) di Banyuwangi. Warga Lingkungan Karangtipis, Kelurahan Penganjuran, Banyuwangi itu dibekal oleh tiga kawanan penjahat.

Tangan diikat, mulutnya dilakban. Dalam kondisi tak berdaya, barangbarang berharga milik Anta dibawa kabur perampok. Aksi perampasan terjadi pukul 21.00, kemarin. Lokasi perampasan di jalan sepi, masuk Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi. Anta tidak bisa melawan karena jumlah pelakunya dua orang. Dia hanya bisa pasrah ketika dilumpuhkan tiga penjahat tersebut.

Dengan mudah pelaku membawa kabur sepeda motor milik Anta Selain motor, pelaku juga mempreteli cincin dan kalung emas yang dikenakan korban. Dompet dan surat-surat penting turut dirampas. Tiga buah ponsel milik Anta juga dibawa kabur. Kasus perampasan tersebut kini ditangani aparat Polres Banyuwangi. Usai kejadian, Anta langsung melapor ke polres diantar kerabatnya.

Dia juga sempat divisum di RSUD Blambangan karena menderita luka memar setelah dihajar perampok. ”Sebelum diikat dan dilakban, saya sempat dipukul. Ini bekas luka memar masih terlihat,’’ ujar Anta ditemui koran ini di rumahnya lingkungan Karangtipis, siang kemarin. Diceritakan Anta, malam itu dia ditelepon oleh seseorang yang mengaku bernama Rendi. Pria tersebut akan mengajukan kredit di leasing tempat Anta bekerja.

Dalam pembicaraan via telepon itu, Rendi janjian bertemu di dekat Indomart Pakis, Kelurahan Kalirejo. Sebagai syarat untuk kredit, Rendi mengaku siap disurvei. Akhirnya bertemulah kedua orang tersebut di dekat Indomart, pukul 21.00. Tak seberapa lama, Rendi yang malam itu mengendarai sepeda motor Honda Revo mengajak Anta melaju ke arah barat dengan alasan sudah ditunggu orang tuanya.

Setelah menempuh perjalanan beberapa ratus meter, mendadak sepeda motor Rendi macet. Anta pun ikut berhenti. Diamemilih menunggu di atas sepeda motor Yamaha Jupiter nopol P 3918 VM yang dikendarai . Dari sinilah petaka terjadi. Dua orang tak dikenal mendadak muncul dari kegelapan. Tanpa banyak ngomong, dua orang itu langsung memukul Anta hingga terjatuh.

”Tangan dan kaki saya diikat pakai tali rafi a. Mulut saya juga dilakban. Motor saya dibawa kabur, termasuk perhiasan yang saya kenakan juga diambil,’’  cerita Anta.Dia tidak bisa berteriak karena mulutnya disumpal. Tak seberapa lama, dua pelaku kabur sambil membawa sepeda  motor Anta. Rendi yang diyakiniAnta ikut dalam komplotan perampasan itu juga langsung menghilang.

Untungnya, setelah pelaku kabur, Anta bisa melepas tali yang mengikat kaki dan tangannya. Lakban yang menyumpal mulut juga dilepas. ”Saya akhirnya berjalan menuju  umah penduduk untuk minta pertolongan. Saya pinjam handphone warga untuk menghubungi keluarga. Malam itu juga saya dijemput keluarga,’’ tutur Anta. Meski dalam kegelapan, Anta sempat hafal ciri-ciri pelaku.

Satu pelaku bertubuh kurus, kulit hitam, dan perawakan kecil. Sedangkan pelaku lainya bertubuh gemuk, dialeknya bahasa Jawa. Terkait kejadian itu, Anta mengaku menderita kerugian material Rp 20 juta. ”Tiga buah HP saya ikut dirampas,’’ ujar pemilik kafe di kawasan stasiun lama Banyuwangi itu. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: