Panitia Pilkades Macan Putih Didemo

  • Bagikan

panitiaKali Ini Persoalkan Ijazah Cakades Terpilih

KABAT – Aksi demo warga yang tidak puas de ngan hasil pemilihan kepala desa (pilkades) kem bali terjadi di Banyuwangi kemarin (16/9). Kali ini giliran warga Desa Macan Pu tih, Kecamatan Kabat, yang mendatangi kan tor desa. Mereka menuntut Badan Per musyawaratan Desa (BPD) dan panitia pilkades me nangguhkan hasil ketetapan pilkades.

Warga menganggap, pilkades 5 September 2013 yang dimenangkan Aseri itu tidak sah. Ala sannya, ijazah calon kepala desa (cakades) ter pilih itu diragukan keabsahannya. “SD saja tidak lulus, kok bisa punya ijazah SMP,” teriak seorang warga. Dalam aksi yang dimulai pukul 10.00 itu, ra tusan warga yang membawa spanduk dan poster sempat melakukan long march.

Me reka berjalan kaki menuju kantor desa sam bil menghujat panitia pilkades dan BPD. “Panitia pilkades tidak be cus. Hasil pilkades ha rus dibatalkan,” teriak warga selama long  arch. Setelah berjalan s ekitar 500 meter, warga terpaksa terhenti di de pan kantor desa. Di tempat itu aparat kepo lisian menghadang dan melarang mereka ma suk kantor desa. Perwakilan saja yang ma suk. Silakan lima orang masuk ke kantor desa,” pinta Kapolsek Kabat Iptu Imron kepada warga.

Melalui pengeras suara, Kapolsek Imron me minta semua warga yang ingin menyampaikan aspirasi agar tertib. Jalan di depan kantor desa yang ter tutup warga akibat aksi itu diminta segera d “Menyampaikan aspirasi bo leh saja, tapi jalan jangan di tu tup. Karena ada hak orang lain untuk melintas,” sebut ka polsek. Peringatan kapolsek itu ter nyata tidak digubris ratusan war ga yang kebanyakan ka la ngan muda itu.

Mereka juga ber sikeras masuk ke kantor desa agar bisa ketemu BPD dan pa nitia pilkades. “Kami semua ingin masuk. Kita minta hasil pil kades dibatalkan,” teriak seorang warga. Karena bersikeras masuk, apa rat kepolisian menambah anggota di depan kantor desa. Aksi dorong warga dan petu gas keamanan pun tidak bisa dihindari.

Sejumlah anggota polisi yang mencoba mengamankan poster dan spanduk yang dibawa warga juga mendapat perlawanan. Aksi dorong warga dan polisi akhirnya mereda setelah tokoh warga meminta semua tenang. Bersamaan dengan itu, perwakilan warga mulai masuk ke kantor desa untuk menyampaikan aspirasi. Di kantor desa sudah hadir Camat Kabat Luqman, Kapolsek Iptu Imron, Ketua BPD Macan Putih Harun, ketua dan wakil ke tua pilkades Abdul Halim dan H. Halim Syafaat.

“Kami mempertanyakan panitia pilkades dan BPD. Calon tidak punya ijazah kok bisa lolos,” cetus Lastono, salah satu tokoh warga. Lastono juga meminta hasil pilkades dibatalkan, karena calon terpilih tidak memenuhi syarat. “Kenapa bisa lolos, ijazah saja tidak punya,” ujarnya. Tokoh warga yang lain, Adi Sucipto menyebut, surat keterangan lulus SDN 2 Macan Putih milik Aseri dianggap ti dak sah. “Kalau ijazahnya itu hilang, seharusnya ada ijazah pengganti.

Tapi ini hanya surat keterangan,” katanya. Sementara itu, Camat Lukman berupaya tidak memberi kesempatan kepada BPD dan panitia pilkades menjawab aspirasi dari warga itu. “Tahap itu sudah berjalan. Penetapan hasil pilkades juga sudah disampaikan kepada Bapak Bupati,” ujar Camat Lukman. Kapolsek Iptu Imron menambahkan, bila dianggap ada unsur pidana terkait persyaratan pilkades, hendaknya di sampaikan melalui mekanisme yang benar.

Warga yang merasa punya bukti ada pemalsuan, silakan menempuh jalur hukum. “Proses hukum akan berjalan, tahap pilkades juga tetap berjalan,” katanya. Penjelasan camat dan kapolsek itu membuat Lastono kecewa. Pria yang dikenal cukup vokal itu langsung berdiri dan me lakukan walk out. “Tidak ada gu nanya pertemuan ini, BPD dan panitia pilkades tidak mau menjelaskan,” ujarnya sambil berdiri dan keluar kantor desa. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: