Paskibra Ambruk saat Upacara

  • Bagikan

paskibraBANYUWANGI – Upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 68 di Lapangan Taman Blambangan diwarnai ambruk nya satu personel pasukan pengibar bendera (Paskibra) kemarin (17/8). Personel yang ambruk itu merupakan salah satu dari 45 personel pengawal. Ambruknya satu anggota Paskibra itu terjadi beberapa menit setelah bendera Merah Putih sukses dinaikkan. Dari awal hingga ben dera berhasil dinaikkan berlangsung sempurna.

Namun, menjelang Paskibra meninggalkan lapangan upacara, tiba-tiba satu personel semaput. Ambruknya satu personel itu terjadi persis di depan kursi undangan ibu-ibu anggota forum pimpinan daerah (forpimda) di panggung undangan sebelah utara. Untungnya, personel Paskibra yang semaput itu tidak sampai jatuh ke tanah. Sebab, sebelum ambruk, yang bersangkutan diselamatkan Kabag Humas dan Protokol Juang Pribadi dan beberapa panitia.

Sesaat setelah ambruk, peserta Paskibra itu langsung mendapatkan perawatan tim medis. Setelah mendapat perawatan, yang bersangkutan sadar. Walau sempat diwarnai personel Paskibra yang ambruk, tapi se cara umum proses upacara tidak terganggu. Acara tetap berlangsung lancar, dan posisi yang kosong dengan cepat digantikan peserta cadangan yang siap di luar lapangan. “Se maput karena tegang. Sekarang anaknya nggak apa-apa. Sudah sehat lagi,” ujar Danlanal Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto.

Sebelum upacara berlangsung, semua anggota Paskibra sudah istirahat cukup Sebelum masuk lapangan, stamina semua anggota Paskibra prima. Namun, karena tegang, anggota tersebut akhirnya pingsan. Selain anggota Paskibra, peserta upacara dari kalangan siswa juga ambruk. Beberapa siswa yang berdiri se bagai peserta upacara ambruk karena tidak kuat menahan terik matahari. Namun, beberapa saat setelah mendapat per tolongan tim medis, mereka langsung sadar.

Sementara itu, yang bertindak sebagai inspektur upacara siang itu adalah Bupati Abdullah Azwar Anas. Yang bertindak sebagai pembaca teks kemerdekaan RI adalah Wakil Ke tua DPRD Adil Ahmadiyono. Sedianya, teks kemerdekaan itu dibacakan Ketua DPRD Hermanto, tapi yang bersangkutan berhalangan hadir. Upacara tersebut juga di ramai kan atraksi ketangkasan senjata oleh tim TNI, Polri, dan anggota Satpol PP. Pada waktu yang bersamaan, puluhan penari gandrung mengiringi permainan ketangkasan itu. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: