Pasutri Cabut Keterangan di BAP

0
425
SIDANG: Brigadir Sigit di PN Banyuwangi kemarin (bawah). Petugas melakukan cek fisik mobil Avanza bernopol M 516 IT milik Brigadir Sigit di hadapan majelis hakim.
SIDANG: Brigadir Sigit di PN Banyuwangi kemarin (bawah). Petugas melakukan cek fisik mobil Avanza bernopol M 516 IT milik Brigadir Sigit di hadapan majelis hakim.

BANYUWANGI – Sidang perkara narkoba dengan terdakwa Brigadir Sigit Dwi Susanto diwarnai pencabutan hasil pemeriksaan kemarin (30/10). Dua saksi, yakni Fantri Kristiono, 32, dan Siti Hariyana, 32, mencabut keterangannya dalam berkas pemeriksaan (BAP). Alasannya, keterangan tersebut diberikan karena mereka dalam tekanan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kedua saksi yang juga pasangan suami istri (pasutri) itu menyatakan, keterangannya dalam BAP itu banyak yang tidak benar. “Kami ditekan, malah diancam akan ditembak bila keterangannya berbelit-belit. Saya takut karena tidak didampingi kuasa hukum,” cetus Fantri Kristiono.

Saat dimintai keterangan sebagai saksi dalam waktu yang berbeda, pasutri itu mengaku pernah diundang Brigadir Sigit di rumahnya di Perum Klatak, Kecamatan Kalipuro. Saat akan pulang, mobilnya Toyota Avanza warna hitam dipinjam terdakwa. “Saya pulang membawa mobil Avanza milik Sigit bernopol M 516 IT,” katanya.

Selama berada di rumah terdakwa, pasutri membantah me ngisap sabu-sabu seperti yang disampaikan dalam BAP. Keterangan dalam BAP itu, kata dia, terpaksa disampaikan ke pada penyidik karena dirinya di bawah tekanan. “Keterangan yang Saudara sampaikan ini ber beda jauh dengan hasil pemeriksaan,” sebut ketua majelis hakim Elly Istianawati SH.

Selanjutnya, Elly membacakan hasil pemeriksaan yang di laku kan penyidik. Dalam BAP, pasutri itu mengaku selama di rumah terdakwa di Perum Klatak, mereka diajak me ngisap sabu-sabu. “Dalam pemeriksaan, Saudara Fantri menyedot empat kali, sedang istrinya (Siti Hariyana) tiga kali sedotan, ini yang benar mana?” tanya hakim Elly. Keterangan Fantri yang berbeda dengan hasil pemeriksaan itu sempat membuat hakim ke tua meradang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last