Pedagang Ditarik Iuran tanpa Karcis

0
410
ILEGAL: Deretan warung dan PKL di Pantai Kelopoan ditarik iuran harian dan bulanan.
ILEGAL: Deretan warung dan PKL di Pantai Kelopoan ditarik iuran harian dan bulanan.

WONGSOREJO – Protes sejumlah pedagang dan warga yang tinggal di lokasi wisata Pantai Kelopoan, Watudodol, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, ternyata bukan tanpa dasar. Selama ini, mereka banyak ditarik iuran oleh para pengelola wisata di lahan milik Pemkab Banyuwangi itu. Para pedagang yang memiliki wa rung dan para pengasong diminta membayar iuran yang besarnya telah ditentukan karang taruna selaku pengelola tempat wisata itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Setiap warung harus membayar Rp 30 ribu setiap bulan,” cetus salah satu pemilik warung. Selain membayar iuran rutin, pe milik warung juga harus membayar uang kebersihan sebesar Rp 5.000 setiap hari. Uang iuran itu setiap hari ditarik oleh petugas yang telah ditentukan karang taruna. “Perahu yang melayani pengunjung ditarik iuran Rp 20 ribu setiap hari,” sebut pemilik warung yang menolak menyebutkan namanya itu.

Bukan hanya pemilik warung dan perahu, para pedagang kaki lima (PKL) dan pengasong yang berjualan di sekitar Pantai Kelopoan juga ditarik re tri busi. Besar retribusi Rp 10 ribu, dan masih ditambah uang kebersihan sebesar Rp 5.000. “Setiap hari kita harus membayar Rp 15 ribu,” jelas Samsul, salah satu PKL. Ironisnya, tarikan retribusi sebesar Rp 15 ribu setiap hari itu ternyata tidak disertai bukti berupa karcis atau kuitansi.

Mereka membayar secara langsung kepada petugas. “Kita masuk masih harus membayar retribusi masuk lagi,” ujar warga Desa Bangsring tersebut. Pedagang Asongan, Misnawi mengaku, untuk berjualan di Pantai Kelopoan, dirinya hanya di tarik sebesar Rp 15 ribu setiap bulan. Iuran harian hanya Rp 2.000. “Saya sudah menjadi ang gota pedagang tetap di Pantai Kelopoan ini,” jelasnya.

Loading...

Selain iuran para pedagang, se tiap pengunjung yang masuk ke lokasi wisata tersebut juga harus membayar karcis yang dikeluarkan Pemkab Banyuwangi. Besar retribusi perorangan sebesar Rp 1.000, ken daraan roda dua Rp 2.000, roda empat sebesar 5.000, dan bus atau truk Rp 10.000. Saat ada aksi protes para pedagang dan warga pada Senin (27/8) lalu, sejumlah pedagang sempat menanyakan uang retribusi tersebut.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2