Pedagang Kembang Api Menjamur

0
279

pedagangkembangBANYUWANGI – Kembang api dan petasan mulai menampakkan eksistensinya selama bulan Ramadan ini. Seperti yang terlihat di Jalan Susuit Tubun di depan Masjid Agung Baiturahman Banyuwangi, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kembang api dan petasan menjamur. Beberapa PKL kembang api dan petasan berdiri satu minggu sebelum bulan Ramadan. Mereka berjualan mulai pagi hingga menjelang tengah malam.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Beberapa dari kami ada yang sudah buka usai subuh, dan memilih menutup kios menjelang tengah malam,” Ujar Farida, 31, salah satu pedagang. “Semakin malam, semakin ramai pembeli,” tambahnya. Farida juga mengaku penghasilannya meningkat selama bulan Ramadan ini. “Omzet kami sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu dalam sehari,” ujarnya. Konsumen yang membeli datang dari berbagai kalangan dan usia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

 Pedagang mengambil stok kembang api dan petasan dari distributor yang sudah mengantongi surat izin dari kepolisian. Ada yang dari Rogojampi, Genteng, bahkan Situbondo. Kembang api dan petasan yang dijual bervariasi, mulai  level paling ringan hingga yang memiliki daya ledak. Walaupun sudah mengantongi izin, banyak pedagang yang masih khawatir akan razia petasan yang dilakukan petugas keamanan. Menurut pedagang lainnya.

Diah, 28, petasan yang terjaring razia adalah petasan yang memiliki daya ledak tinggi dan memiliki bunyi yang memekakkan telinga. Belajar dari pengalamannya  tahun lalu, para pedagang akan meningkatkan berkoordinasi sesama pedagang.“Tahun lalu kami sempat kocar-kacir menyembunyikan mercon sebelum razia petasan dimulai,” ujar Diah. Hingga saat ini, ia merasa aman karena belum ada razia petasan oleh petugas keamanan. (radar)

Loading...