Pedagang Kopi di Banyuwangi Pilih Jualan Online Cegah Corona, Omzet Justru Meningkat

  • Bagikan
Foto: Merdekacom

BANYUWANGI – Novian Dharma Putra (33) pedagang kopi keliling dengan lapaknya Mobile Cafe (Moca) di Banyuwangi memilih untuk bekerja dari rumah.

Dilansir dari Merdekacom, sudah empat hari terakhir, sejak Sabtu 21 Maret 2020 Novian menerapkan sistem jual online, tidak lagi keliling membuka lapak di motor gerobaknya.

Hal itu Novian lakukan untuk menerapkan social distancing, atau menjaga jarak dari kerumunan sosial selama masa pencegahan sebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

“Sekitar 4 hari ini nerapin jual kopi via online saja,” kata Novian saat dihubungi via telepon seluler seperti yang dilansir dari Merdekacom, Rabu (25/3/2020).

“Pertama saya pikir masalah virus ini cepat berlalu, tapi lihat perkembangan beritanya kok tambah serem ya, akhirnya saya coba jual lewat online,” imbuhnya.

Foto: Merdekacom

Namun tidak disangka, racikan kopi Novian yang dia pasarkan melalui WhatsApp maupun Instagram menarik minat masyarakat Banyuwangi yang memang telah menerapkan social distancing sesuai anjuran pemerintah. Omzet penjualan via online kopi racikan Novian justru meningkat dibanding sebelumnya.

“Dan ternyata tidak mengurangi omzet bahkan lebih gede, karena penjualannya bisa lebih luas,” kata Novian.

Dalam sehari, kopi racikan Novian yang diantar siap minum bisa laku antara 50 sampai 70 sajian. Hanya saja, untuk menjaga cita rasa, Novian memilih menjual menu es kopi.

“Kalau panas cepat dingin saat proses pengantaran. Kalau pakai kemasan beling juga terlalu mahal,” katanya.

Sementara untuk misi lingkungan, Novian juga memberi promosi 20 botol kemasan es kopinya bisa ditukar dengan sebotol es kopi. Dia juga tetap menerima sistem pembelian dengan menukar sampah non-organik minimal seberat 250 gram.

“Program kopi bayar pakai sampah masih jalan dan promo 20 botol kemasan yang dibeli dapat dikembalikan dan ditukar dengan sebotol kopi itu kompensasi terhadap limbah botol yang gak kami keluarkan untuk produksi,” terangnya.

Baca :
Berjalan Seberangi Jalan, Tewas Ditabrak Motor

Selama menjalani social distancing, Novian juga hanya keluar saat mengantar pesanan di kawasan kecamatan kota Banyuwangi.

“Saya keluar (rumah) waktu antar pesanan saja. Kalau gak sibuk aku sendiri yang ngantar, kalau gak ya lewat jasa antar online. Kalau pemesan di area kecamatan Banyuwangi free ongkir, di luar itu lewat jasa antar online,” ujarnya.

Bila dibandingkan dengan omzet penjualan hari-hari sebelumnya sebelum wabah Covid-19 masuk di Indonesia, kata Novian, saat ini dengan sistem jual online justru meningkat hingga 25 persen.

“Kalau omzet Alhamdulillah ada kenaikan sampai 25 persen. Dan ongkos produksi untuk kemasan dan pengiriman kurang lebih ada penambahan 10-15 persen,” ujarnya.

Selama Novian mengantar pesanan online kopi racikannya, selalu mengenakan masker dan membawa hand sanitizer. Usai mengantar dia juga langsung pergi untuk kembali ke rumah. Saat memberikan pesannya kepada konsumen pun, Novian menjaga agar tidak sampai bersentuhan tangan.

“Kendala, waspasa terkait diri kita sendiri, keliling juga waspada, jaga kebersihan, jaga jarak, dibatasi setelah antar langsung pergi. Sementara gunakan masker dan hand sanitizer dan yang penting cuci tangan itu,” jelasnya.

Dari pengalamannya mengantar pesanan, sebagian besar konsumennya, kata Novian sudah menjalankan social distancing, sehingga mengutamakan berbelanja online.

“Rata rata konsumen teman teman yang sudah paham sosial distancing. Memilih belanja online,” ujarnya.

Setiap harinya, Novian mulai buka pukul 16.00-21.00 WIB. Sementara, untuk harga jual menunya, es kopi robusta, arabica dan liberica dijual Rp 12.000, sementara kopi lemon Rp 15.000 dan es susu kopi Rp 18.000. Pemesan bisa menghubungi Novian melalui akun Instagramnya @moca_mobilecafe_banyuwangi.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: