Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Pelajar Hafal Alquran Bisa Diterima di Unibraw

Realisasi Kerja Sama Program Banyuwangi Cerdas

BANYUWANGI – Kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kepada pelajar kurang mampu tapi berprestasi diwujudkan melalui beragam program. Salah satunya lewat program Banyuwangi Cerdas, Untuk mensukseskan program Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi kembali akan menjaring siswa dari keluarga kurang mampu namun memiliki prestasi di bidang akademik dan non akademik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, terutama di Perguruan Tinggi.

Selain bekerja sama dengan Universitas Jember (Unej) dan STAIN Jember, pemkab juga menjalin kerjasama dengan Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Tidak hanya siswa yang berprestasi di bidang akademik saja yang bisa langsung diterima di Unibraw, tetapi siswa yang memiliki prestasi di bidang non
akademik, juga mendapatkan kesempatan sama diterima di Unibraw.

Menurut Kadispendik Banyuwangi, Drs. Sulihtiyono, untuk siswa yang mendapat juara I tingkat provinsi atau juara I, II dan II basional di bidang seni, olahraga, dan agama, bisa mengajukan diri agar bisa melanjutkan studi ke Unibraw. “Khusus yang haid (hafal) Alquran, juga bisa diterima di Unibraw melalui jalur kerjasama pemerintah daerah ini,” ujar Sulihtiyono. Sehingga, putra Banyuwangi yang belajar di pondok pesantren bisa melanjutkan di perguruan tinggi.

Sekretaris Dispendik, Dwi Yanto, menambahkan dari program kerjasama pemerintah daerah tersebut pihaknya telah menggandeng kepala sekolah SMA, SMK, kepala UPTD, Ketua KONI, dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga, untuk segera menga jukan anak didiknya.

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi melalui Dispendik juga telah melaksanakan kerjasama dengan Universitas Jember (Unej) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Jember. Di kedua PT tersebut, siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu menjadi prioritas utama. Saat ini, sudah 24 putra Banyuwangi yang tahun lalu mengenyam pendidikan melalui jalur beasiswa khusus tersebut.

Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), pemerintahan Bupati Anas mencanangkan Siswa Asuh Sebaya (SAS). Program tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada siswa miskin tapi memiliki prestasi. Adapun teknisnya, siswa yang mempunyai uang saku lebih, bisa menyisihkan uangnya untuk program SAS tersebut. Selanjutnya, setelah dana terkumpul, akan disalurkan kepada siswa yang kurang mampu. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE