Pelestarian Seni dan Budaya Lokal Banyuwangi

0
557

BANYUWANGI – Beberapa budayawan dari berbagai etnis berkumpul bersama di LeSuki Resto, Lingkungan Manggisan, Banyuwangi, Rabu (30/9) kemarin. Sarasehan budaya bertajuk “Pelestarian Seni Budaya Lokal dalam Memperkuat Karakter Bangsa” itu dihadiri budayawan berbagai etnis di Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mereka saling sharing untuk menyampaikan apa saja potensi-potensi yang dimiliki setiap etnis di Bumi Blambangan. Dalam sarasehan budaya kemarin, yang menjadi pembicara adalah akademisi dari Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Drs. Subur Bahri. Dari pihak pemkab diwakili Kepala Kantor Kesbang dan Politik Banyuwangi, Djaili Yusuf.

Tidak hanya budayawan dari kalangan etnis Oseng yang hadir kemarin, budayawan dari kalangan etnis Madura, Mandar, Jawa, dan lain-lain juga membaur menjadi satu dalam sarasehan budaya kemarin. Sekretaris Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Bambang Lukito, menumrkan sarasehan budaya itu penting dilakukan.

Loading...

Dengan harapan, setelah sarasehan budaya itu timbul suatu pemikiran-pemikiran baru untuk pengembangan budaya lokal di Banyuwangi. Sebab, budaya lokal yang dimiliki suatu daerah sangat penting. ‘Kelestarian budaya lokal kami kira sangat penting,” terang Bambang.

Dia menambahkan, kesimpulan terpenting dalam pembicaraan kemarin adalah pengembangan suatu daerah harus berdasar kebudayaan. Dalam bermimpi menjadi daerah yang maju, Banyuwangi harus lebih getol mengedepankan kearifan  budaya lokal. “Pembangunan suatu daerah memang harus diawali dari budaya. Kalau diawali dari ekonomi tentu akan rusak semua,” pungkasnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2