Pelototi Puluhan Ponsel Siswa SD

0
297

BANYUWANGI  – Jika kasus kriminalitas dilakukan anak usia SD, tentu mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan merazia telepon seluler (ponsel) para siswa. Sebab, tidak bisa dimungkiri, perangkat komunikasi yang satu itu rawan disalahgunakan untuk menyimpan gambar atau video yang tidak patut ditonton anak-anak. Jika itu dibiarkan, dampaknya bisa merusak mental anak.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seperti yang dilakukan aparat Polsek Blambangan kemarin (20/5). Dipimpin Kapolsek AKP Ary Murtini, petugas merazia puluhan ponsel milik siswa SDN 1 Lateng, Banyuwangi. Hasilnya, petugas mendapati puluhan siswa yang membawa ponsel ke sekolah. Kabar positifnya, di lembaga pendidikan yang dipimpin kepala sekolah (kasek) Suci Nuryanti itu tidak ditemukan satu pun ponsel berisi gambar atau video porno.

Menurut Kasek Suci, pihaknya memang bekerja sama dengan polisi untuk melakukan pemeriksaan rutin di sekolah. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi kenakalan remaja akibat dampak negatif penyalahgunaan ponsel. “Razia rutin dilakukan setelah upacara bendera,” ujarnya. Sementara itu, Kasi Humas Polsek Blambangan, Aiptu Monip mengatakan, pihaknya tidak mendapati satu pun ponsel yang menyimpan video porno, kekerasan, atau hal-hal negatif lain.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Atasi Kebakaran Hutan Ijen, Bupati Banyuwangi Minta Bantuan Helikopter Pengeboman Air BNPB