Pemkab Banyuwangi: Konsep Halal Tourism Urusan Segmentasi Pasar, Bukan Arabisasi

0
438
Foto: banyuwangikab

BANYUWANGI – Terkait kontroversi pengembangan halal tourism di Pantai Pulau Santen yang pernah digagas Pemkab Banyuwangi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan MY Bramuda menegaskan bahwa itu hanya untuk urusan segmentasi pasar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Ada pasar wisatawan perempuan yang ingin berwisata pantai tanpa campur dengan pria. Segmen pasar seperti itu ada, meskipun ceruknya mungkin sangat sedikit. Dan sebagai destinasi, kita mencoba menangkap potensi itu,” ujar Bramuda seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id, Sabtu (29/6/2019).

“Jadi ini murni soal pasar, sama seperti di Timur Tengah, Jepang, Thailand, Korea juga ada segmen-segmen leisure semacam itu dan dikembangkan secara masif. Semuanya bicara segmentasi pasar, tidak ada tendensi yang lain,” imbuhnya.

Bramuda menjelaskan, di antara ratusan kilometer panjang pantai di Banyuwangi yang mencapai 177 km, pantai dengan konsep halal tourism yang digagas ini panjang pantainya hanya 750 meter (3/4 km) saja. Tidak sampai 1 km.

“Jadi itu menegaskan soal urusan pasar semata, di mana Banyuwangi menyediakan pilihan. Jadi ini bukan maksiat atau tidak maksiat, tapi soal pasar, urusan segmentasi saja karena ketika dikembangkan beberapa tahun lalu itu ada memang segmen pasar seperti itu,” tegas Bramuda.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last