Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pencarian Hari Ketiga Nihil, Korban Tenggelam di Sungai Kemapag Diduga Terbawa Arus hingga Selat Bali

pencarian-hari-ketiga-nihil,-korban-tenggelam-di-sungai-kemapag-diduga-terbawa-arus-hingga-selat-bali
Pencarian Hari Ketiga Nihil, Korban Tenggelam di Sungai Kemapag Diduga Terbawa Arus hingga Selat Bali

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pencarian hari ketiga korban tenggelam di Sungai Kemapag belum membuahkan hasil.

Hingga kini keberadaan  Alapi Hariyono, 63, warga Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh belum juga ditemukan.

Pencarian pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pemotong  tersebut dilakukan dengan menyisir sepanjang sungai hingga Pantai Bomo.

Pencarian melibatkan personel kepolisian, TNI, Basarnas, Damkarmat, BPBD, Pemerintah Desa Gumirih, masyarakat, dan keluarga korban.

Tim gabungan melakukan penyisiran pantai wilayah Selat Bali menggunakan perahu karet.

”Ada informasi dari salah satu nelayan setempat yang melihat jenazah di tengah laut,” ujar anggota Basarnas Banyuwangi, Andi Irawan.

Lokasi penyisiran dimulai dari Pantai Bomo ke  utara sampai Pantai Blimbingsari. Sedangkan ke arah selatan sampai timur Sembulungan.

Namun, upaya pencarian kali ini masih belum membuahkan hasil. Pencarian akhirnya dihentikan sekitar pukul 05.00.

“Dua kali penyisiran, namun hasilnya masih nihil. Pencarian akan kita lanjutkan besok (hari ini) dengan tambahan perahu karet milik TNI AL di Posal Blimbingsari,” terangnya.

Seperti diberitakan, seorang pemotong rumput diduga hanyut terbawa arus sungai Kemepag di Dusun Kembo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, pada Kamis sore (8/1). Korban adalah Alapi Hariyono, 63, warga setempat. 

Dugaan korban hanyut di sungai diperkuat dengan ditemukannya alat potong rumput yang tersangkut ranting pohon pada aliran sungai tersebut.

Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy mengatakan, kejadian berawal saat korban yang sedang memotong rumput di sawah.

Sekitar pukul 15.00 saat terjadi hujan deras, korban berteduh di salah satu pondok atau gubuk bersama Endang Suyitno yang berkerabat dengan korban.

Setelah hujan reda, Suyitno pulang terlebih dahulu untuk mengantarkan cabai. Saat Suyitno berangkat pulang, Alapi masih berada di pondok.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pencarian hari ketiga korban tenggelam di Sungai Kemapag belum membuahkan hasil.

Hingga kini keberadaan  Alapi Hariyono, 63, warga Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh belum juga ditemukan.

Pencarian pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pemotong  tersebut dilakukan dengan menyisir sepanjang sungai hingga Pantai Bomo.

Pencarian melibatkan personel kepolisian, TNI, Basarnas, Damkarmat, BPBD, Pemerintah Desa Gumirih, masyarakat, dan keluarga korban.

Tim gabungan melakukan penyisiran pantai wilayah Selat Bali menggunakan perahu karet.

”Ada informasi dari salah satu nelayan setempat yang melihat jenazah di tengah laut,” ujar anggota Basarnas Banyuwangi, Andi Irawan.

Lokasi penyisiran dimulai dari Pantai Bomo ke  utara sampai Pantai Blimbingsari. Sedangkan ke arah selatan sampai timur Sembulungan.

Namun, upaya pencarian kali ini masih belum membuahkan hasil. Pencarian akhirnya dihentikan sekitar pukul 05.00.

“Dua kali penyisiran, namun hasilnya masih nihil. Pencarian akan kita lanjutkan besok (hari ini) dengan tambahan perahu karet milik TNI AL di Posal Blimbingsari,” terangnya.

Seperti diberitakan, seorang pemotong rumput diduga hanyut terbawa arus sungai Kemepag di Dusun Kembo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, pada Kamis sore (8/1). Korban adalah Alapi Hariyono, 63, warga setempat. 

Dugaan korban hanyut di sungai diperkuat dengan ditemukannya alat potong rumput yang tersangkut ranting pohon pada aliran sungai tersebut.

Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy mengatakan, kejadian berawal saat korban yang sedang memotong rumput di sawah.

Sekitar pukul 15.00 saat terjadi hujan deras, korban berteduh di salah satu pondok atau gubuk bersama Endang Suyitno yang berkerabat dengan korban.

Setelah hujan reda, Suyitno pulang terlebih dahulu untuk mengantarkan cabai. Saat Suyitno berangkat pulang, Alapi masih berada di pondok.