Peneliti AS Teliti Cabai Jamu di Banyuwangi

0
611


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SONGGON – Saat harga cabai rawit melambung tinggi, harga cabai jamu tetap stabil. Walau harga stabil, cabai jamu memiliki berpotensi besar merambah pasar mancanegara. Namun, tanaman cabai jamu di Banyuwangi masih minim.

Meski begitu, banyak peneliti asing yang tertarik mengupas tanaman cabai jamu itu. Seperti cabai jamu di Desa Sragi, Kecamatan  Songgon. Meski hanya seluas seperempat hektare, tapi ternyata tanaman tersebut menjadi pilot project para peneliti asing.  Salah satu yang meneliti adalah Joneve  Murphy.

Peneliti asal Amerika Serikat itu datang  ke Banyuwangi untuk mengamati cabai jamu tersebut. “Kata Joneve Murphy, cabai jamu kaya manfaat,” ungkap Camat Songgon, Wagiyanto, beberapa waktu. Wagiyanto mengungkapkan, Joneve Murphy adalah peneliti sekaligus penulis dunia di Majalah The Guardian New Paper.

“Indonesia termasuk negara ke 18 yang dikunjungi dia,” bebernya.  Dia menuturkan, kalau Joneve itu sengaja datang ke berbagai dunia untuk meneliti berbagai tanaman. Di Banyuwangi, terangnya, dia meneliti  tanaman khusus yang menggunakan pupuk organik.

“Di sini kita punya kelompok tani yang intens menggunakan pupuk organik,” bebernya.  Para pelaku tani itu tergabung dalam Komunitas  Tani Organik Soko Bumi Jowo. “Selain meneliti cabai jamu, Joneve juga meneliti padi dan aneka sayuran,” tukasnya. (radar)

Loading...

Baca Juga :