Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Penemuan Bayi di Kardus Mi Instan di Banyuwangi, Pelaku Selipkan Surat Minta Jangan Diviralkan

penemuan-bayi-di-kardus-mi-instan-di-banyuwangi,-pelaku-selipkan-surat-minta-jangan-diviralkan
Penemuan Bayi di Kardus Mi Instan di Banyuwangi, Pelaku Selipkan Surat Minta Jangan Diviralkan

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sesosok bayi ditemukan dalam kardus mi instan di teras rumah warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur pada Rabu (14/1/2026).

Bayi tersebut ditemukan anak pemilik rumah, Ferdy, yang keluar rumah dan duduk di kursi teras rumahnya untuk mengerjakan tugas sekolah.

Saat itu, Ferdy tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi dan mencari asal suaranya. Hingga ditemukan dalam kardus mi instan.

Penemuan bayi itu pun kemudian dilaporkan ke Kepolisian, sementara sang bayi dirawat di RSUD Blambangan untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Kardus Berisi Bayi Ditinggal di Teras Rumah Warga di Banyuwangi

Menariknya, dalam kasus dugaan pembuangan bayi, pelaku turut menyertakan surat di kardus berisi bayi yang menurut keterangan lahir pada 28 November 2025.

“Bu, sebelumnya saya minta maaf ya. saya harap ibu menerimanya,” bunyi tulisan pembuka di surat tersebut.

Si penulis kemudian meminta tolong agar anak yang dilahirkannya itu dapat dirawat si pemilik rumah.

Dalam surat itu, dia juga menulis bahwa membuang bayi di teras rumah warga tersebut merupakan jalan terbaik. Sebab, menurut dia, lebih baik bagi anaknya ketimbang digeletakkan di pinggir jalan.

Tulisan tangan diduga pembuang bayi di teras rumah warga Banyuwangi.KOMPAS.COM/Dokumentasi Polsek Glagah Tulisan tangan diduga pembuang bayi di teras rumah warga Banyuwangi.

Kemudian, penulis surat meminta pemilik rumah merawat bayi tersebut.

“Dan satu lagi bu, jangan diviralkan ya bu, terima kasih. Jangan diviralkan, minta tolong,” tulisnya.

Baca juga: Warga Buleleng Temukan Bayi di Pantai, Ibu Diduga ODGJ yang Melahirkan Sendiri

Penulis meminta pemilik rumah untuk merawat si bayi yang dibuang dengan disertakan berbagai perlengkapan seperti pakaian bayi, bantal, susu, popok, bedak, dan dot tersebut sebagaimana merawat anak kandungnya sendiri.

Namun demikian, pemilik rumah memilih untuk tetap melaporkan inisiden penemuan bayi tersebut ke Polisi. Lalu, Polsek Glagah masih melakukan penyelidikan terkait penemuan bayi tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan barang bukti untuk mencari orang tua bayi tersebut.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan perlindungan, khususnya terhadap anak sebagai kelompok rentan.

“Kami memastikan bayi tersebut mendapatkan penanganan medis yang layak dan aman, serta menjamin proses hukum berjalan secara profesional dan humanis,” ujar Rofiq.

Baca juga: John Sambo, Pengacara Gadungan Ngamuk Saat Digelandang di Kejari Banyuwangi

Rofiq juga mengatakan bahwa telah memerintahkan Satreskrim Polresta Banyuwangi untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut.

“Kami akan mendalami kasus ini, termasuk menelusuri identitas orang tua bayi serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan perlindungan dan masa depan bayi tersebut,” katanya.

Kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mengetahui atau menemukan kejadian serupa demi keselamatan dan perlindungan anak.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang