Penertiban Pasar Banyuwangi Memanas

  • Bagikan

penertibanPelipis Kabid Trantib Terluka

BANYUWANGI – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di se panjang Jalan Satsuit Tubun dan Jalan Diponegoro, kawasan Pasar Banyuwangi, diwarnai kericuhan kemarin (27/1). Bahkan, Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum (Trantib) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi, Agus Wahyudi, mengalami luka di pelipis mata kanan akibat tertusuk bambu kembang-telur oleh seorang pedagang.

Informasi yang berhasil di kumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, penertiban yang di laksanakan petugas gabungan Satpol PP; kepolisian; TNI; Dinas Pendapatan (Dispenda); dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan informatika (Dishub kominfo) itu awalnya “hanya” di warnai adu argumen petugas dan para PKL yang berjualan di luar Pasar Banyuwangi. Setelah di jelas kan kegiatan berdagang di jalan itu melanggar aturan, sejumlah pedagang bersedia masuk pasar.

Masalah muncul ketika penertiban yang dimulai se jak pukul 06:30 itu nyaris rampung dilaksanakan. Salah satu perem puan pedagang kem bangtelur menolak saat hen dak dimasukkan ke dalam pa sar. Agar tidak menimbulkan kecemburuan pedagang lain, Ka bid Tran tib Satpol PP Agus Wah yudi membujuk pedagang tersebut. Sayang, bukannya bersedia ma suk ke dalam pasar, pe rempuan itu justru berontak. Dia mencoba mendorong tubuh Agus.

Agus pun menangkis dorongan tangan kanan perem puan tersebut. Ironisnya, pedagang yang tangan kiri nya tengah menggenggam kembang- telur tersebut mengarahkan gagangnya ke wajah Agus. Akibatnya, pelipis Kabid Tran tib Satpol PP Banyuwangi terluka. Meski tidak menampik kejadian yang menimpa dirinya, Agus mengaku tidak ingin memperpanjang permasalahan tersebut.

Menurutnya, yang lebih penting para pedagang ber sedia tertib, yakni tidak ber jualan di jalan di luar jam yang telah disepakati bersama. “Luka ini tidak perlu diperbesar,” ujarnya. Agus menjelaskan, sebelum penertiban dilaksanakan petugas gabungan pagi kemarin, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendekatan persuasif kepada para pedagang yang berjualan di Jalan Satsuit Tubun dan Jalan Diponegoro, Banyuwangi.

Sosialisasi itu di laksanakan sejak Kamis (23/1) sampai Minggu (26/1). “Se belum melaksanakan pe ner tiban hari ini (kemarin), kami me lakukan sosialisasi kepada para pedagang bahwa kegiatan me reka (berjualan di jalan) me langgar aturan. Jadi, seluruh pe dagang kami minta masuk ke pasar,” jelasnya. Agus menambahkan, meski sempat terjadi adu mulut antara petugas dan PKL, secara umum penertiban PKL kali ini ber jalan lancar.

Selain berhasil membersihkan Jalan Satsuit Tubun dan Jalan Diponegoro, Satpol PP Banyuwangi juga mengamankan tiga sampai empat unit meja dan payung berukuran besar yang digunakan para PKL menggelar dagangan di jalan. “PKL pemilik meja dan payung itu bisa mengambil barang miliknya itu di kantor Satpol PP,” jelasnya. Penertiban itu dilaksanakan demi menegakkan aturan bahwa jalan harus steril dari lapak PKL.

Kalaupun sejak beberapa waktu lalu pemkab memasang pagar di sepanjang Jalan Satsuit Tubun, imbuh Agus, lokasi di dalam pagar itu seharusnya digunakan untuk parkir motor dan becak, bukan tempat berjualan. “Sesuai kesepakatan (pemerintah dan perwakilan pedagang), PKL ha nya boleh berjualan di dalam pagar pukul 15.00 sampai pukul 07.00, di luar jam-jam tersebut, seluruh pedagang harus masuk ke pasar,” tegasnya.

Agus berharap, kerja sama dengan seluruh jajaran samping, yakni kepolisian, TNI, dan instansi terkait lain dalam melaksanakan penertiban PKL terus dilaksanakan hingga sepekan mendatang. “Kerja sama jajaran samping untuk menggelar penertiban di harapkan dilakukan kontinue selama sepekan mendatang. Tetapi, ketentuan seluruh pedagang harus masuk ke pasar itu berlaku terus,” pungkasnya. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: