Pengerjaan Dermaga MB II Molor

  • Bagikan

KALIPURO – Penyelesaian proyek pengerjaan rehabilitasi demaga movable bridge (MB) II di Pelabuhan ASDP Ketapang ditargetkan akan selesai pada tanggal 16 November 2015 atau 22 hari sejak proses pengerjaan awal, pada 26 Oktober 2015 lalu.

Namun, sampai saat ini proses pengerjaan masih belum selesai. MB II masih belum bisa beroperasi karena proses  pengerjaan masih berlangsung hingga Kamis (19/11) kemarin. Manajer Operasional PT. Indonesia Ferry (Persero) ASDP Ketapang, Wahyudi Susianto, mengatakan molornya pengerjaan dermaga MB II itu disebabkan adanya kendala teknis yang membuat proses pengerjaan dermaga menjadi lebih lama dari target awal.

Namun, pihaknya tidak bisa menyebutkan secara rinci kendala teknis apa saja yang terjadi, sehingga membuat pengerjaan dermaga MB II menjadi lebih lama dari target awal. ”Seharusnya 22 hari sejak pembangunan awal dermaga memang harus selesai. Tetapi, karena ada faktor teknis, makanya pembangunan masih belum rampung-rampung,” jelas Wahyudi.

Dengan molomya pengerjaan di dermaga MB II itu, Wahyudi mengatakan, akan mengevaluasi apa saja yang menjadi kendala, sehingga membuat proses pengerjaan menjadi molor. Evaluasi itu dilakukan agar kendala teknis yang sempat terjadi pada pengerjaan MB I tidak akan terjadi pada saat proses pembangunan dermaga MB I di Pelabuhan ASDP Ketapang dan Gilimanuk.

Dia menambahkan, saat ini proses pengerjaan dermaga MB II dalam proses akhir, yakni pemasangan aksesori-aksesori. Meski terlihat proses pengerjaan masih berlangsung, rencananya hari ini di dermaga MB II akan dilakukan proses uji coba beban.

“Besok (hari ini) uji coba beban akan kami lakukan di dermaga MB II,” pungkasnya. Rehabilitasi dermaga MB I dan II Pelabuhan ASDP Ketapang dan Gilimanuk dari kekuatan 20 ton ke 40 ton itu juga sebagai bentuk antisipasi ramainya kendaraan jelang liburan tahun baru mendatang.

Dengan penambahan kapasitas berat maksimal dermaga itu penguna jasa penyeberangan, khususnya truk-truk besar, jika akan memiliki pilihan yang lebih banyak untuk menyeberang ke Pulau Bali atau sebaliknya. Jika biasanya truk-truk besar hanya bisa melewati dermaga LCM Ketapang atau Gilimanuk, jika penambahan jumlah tonase dermaga MB itu selesai, maka truk-truk besar itu bisa menuju Bali melalui dermaga MB.

Rehabilitasiyang dilakukan sejak hari Senin (26/10) lalu itu ditargetkan akan benar-benar selesai pada 10 Desember 2015 mendatang. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: