Penutupan Tambang Pasir Terlambat

0
391
SISAKAN KERUSAKAN Dua eskavator saat berada di lokasi galian di Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi rabu lalu.
SISAKAN KERUSAKAN Dua eskavator saat berada di lokasi galian di Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi rabu lalu.

ROGOJAMPI – Ada yang janggal dalam penutupan tambang pasir ilegal di depan kantor Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi, Rabu lalu (24/10). Proses penambangan itu sudah berlangsung lama, tapi baru lima hari lalu ditutup oleh Satpol PP.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Anehnya lagi, kenapa pemerintah baru tahu sekarang kalau penambangan pasir milik Kades Kaligung, Yusuf Prutanto, itu tidak mengantongi izin alias ilegal. Sangat aneh kalau penutupan baru berlangsung sekarang, sementara pasir yang digali sudah habis.

Celakanya lagi, lokasi penambangan itu persis di depan Balai Desa Kaligung dan nyaris memakan badan jalan. ”Mestinya kalau mau menutup ya dari dulu, bukan pasirnya sudah habis baru ditutup sekarang. Ada apa ini,’’ ujar salah seorang warga setempat yang tidak mau disebut namanya.

Dia berharap, pemerintah lebih peka dengan keberadaan tambang pasir ilegal. Sebab, bukan hanya di Desa Kaligung yang marak penambangan pasir ilegal. Di desa lain praktik penambangan pasir seperti itu masih saja berlangsung. ”Jangan hanya di Kaligung, penambangan pasir lain juga harus ditutup kalau memang tidak berizin,’’ desak warga tadi.

Loading...

Kades Kaligung Yusuf Prutanto mengakui jika tambang pasir di depan balai desa itu miliknya. Hanya saja, galian C itu diatasnamakan adiknya, Subhan. ”Sejak ditutup Rabu kemarin, sudha tidak ada aktivitas di area penambangan. Saat ini, proses reklamasi sedang berlangsung,’’ jelasnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2