Perajin Batik Back to Nature

0
1383

Dikatakan, pelatihan yang memadukan desainer nasional dan para perajin lokal itu dilakukan secara berkala dalam rangkaian menuju Banyuwangi  Batik Festival (BBF) dan Swarna Fest yang digelar 9 Oktober mendatang. BBF adalah agenda  tahunan Banyuwangi untuk  mendorong geliat industri batik.  Swarna Fest adalah ajang kreasi  industri tekstil berpewarna alam yang digagas Kementerian Perindustrian.

“Kami terus mendorong  kinerja para perajin batik. Dampak ekonominya langsung ke UMKM dan perajin. Misalnya, makin banyak wisatawan yang bawa  pulang oleh-oleh batik,” ujar Anas. Dia mengatakan, dengan batik pewarna alam, para perajin bisa lebih untung karena harga batik berpewarna alam bisa lebih tinggi lantaran diminati segmen tertentu.

“Dengan konten pema saran bahwa batik ini memakai pewarna  alam, harganya bisa lebih bagus.  Ada pasar khusus yang berminat dengan produk seperti itu, sekaligus juga memotong mata rantai distribusi kain, pewarna kimia, dan pewarna alam yang sebelumnya  mereka beli dari daerah  lain,” kata dia.

Perajin batik Banyuwangi dari Sanggar Sekar Bakung, Sri Sukartini  Gatot, mengatakan pihaknya sangat antusias memakai pewarna alam. Setelah dilatih  intensif, dia dan rekan-rekan  sesama perajin mengetahui lebih banyak tentang pewarna alam.

“Saya sebelumnya sudah biasa memproduksi batik dengan pewarna alam. Hanya saja selama  ini yang saya pakai bahannya masih terbatas, sehingga warna yang dihasilkan kurang beragam. Setelah diajari Bang Merdi, saya  tahu ternyata warna alam pun sangat banyak. Bahkan, bisa didapatkan dari daun-daun di sekitar kita,” cetusnya.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Segera Dimulai, Pembangunan Tol di Banyuwangi Masuki Tahap Konsultasi Publik