Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Perbaikan Jembatan Alasbuluh Wongsorejo Banyuwangi Dimulai, BBPJN Jatim Targetkan Rampung Sepekan

perbaikan-jembatan-alasbuluh-wongsorejo-banyuwangi-dimulai,-bbpjn-jatim-targetkan-rampung-sepekan
Perbaikan Jembatan Alasbuluh Wongsorejo Banyuwangi Dimulai, BBPJN Jatim Targetkan Rampung Sepekan

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perbaikan kerusakan jembatan di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mulai dikerjakan, Senin (12/1).

Petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur memastikan perbaikan tuntas dalam waktu sepekan.

Selama perbaikan berlangsung, pekerja tampak melakukan penutupan hampir separuh jalan. Arus lalu lintas dibuat buka tutup untuk mengurangi getaran selama pekerjaan berlangsung.

PPK 1.2 BBPJN Jatim Syaiful Fajar mengatakan,  sebelumnya pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan bersama tim teknis.

Dari hasil identifikasi, kerusakan terjadi pada pasangan batu Dinding Penahan Tembok (DPT) dengan volume relatif kecil.

“Kalau dari runtuhnya hanya pasangan batu di DPT. Tapi kalau dibiarkan, kerusakannya bisa semakin parah dan berpotensi berdampak ke badan jalan,” ujar Syaiful.

Runtuhnya pasangan batu tersebut disebabkan oleh kondisi air jenuh di dalam tanah. Air masuk melalui celah-celah sambungan antara bahu dan perkerasan aspal, serta melalui retakan-retakan kecil di permukaan bahu maupun pasangan batu.

“Air yang terus-menerus masuk membuat kondisi di bawah perkerasan menjadi jenuh, sehingga melorot terjadi longsoran di DPT,’’ bebernya.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, BBPJN Jatim melakukan langkah penanganan cepat. memperbaiki DPT, perbaikan juga akan dilakukan pada oprit jalan secara bersamaan.

“Pekerjaan ini sifatnya gerak cepat. DPT kita tangani, secara struktur utama jembatan tidak mengalami masalah. Kerusakan yang terjadi murni dipicu oleh faktor air dan kondisi cuaca. Untuk Struktur jembatan aman dan kokoh,’’ tegasnya.

Terkait kualitas material jembatan, Syaiful memastikan seluruh bahan yang digunakan telah melalui proses pengujian sesuai spesifikasi teknis.

Namun, kondisi lalu lintas yang padat dan dilalui kendaraan berat saat masa pelaksanaan sebelumnya bisa menjadi faktor yang memengaruhi hasil pekerjaan.

“Secara material dan bahan sudah diuji dan memenuhi spesifikasi. Tapi memang di lokasi itu lalu lintas kendaraan berat cukup padat, dan pada saat pelaksanaan kondisi lalu lintas tidak ideal,” katanya.

Untuk waktu pengerjaan, BBPJN Jatim menargetkan perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hari. Namun, pelaksanaan sangat bergantung pada kondisi cuaca.


Page 2

“Hitungan kami maksimal tujuh hari, tapi sangat tergantung cuaca. Curah hujan di wilayah Wongsorejo relatif tinggi, setiap hari hujan, meskipun tidak ekstrem, lebat disertai angin,” tandasnya.

Seperti diberitakan, hujan lebat yang terjadi beberapa pekan terakhir berdampak pada infrastruktur. Salah satunya jembatan di jalur utama jurusan Banyuwangi-Situbonbo yang berlokasi di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo.

Beberapa bagian dinding bawah jembatan ambrol, Minggu  (11/1). Pihak terkait pun memasang pembatas agar bagian jalan di atas dinding jembatan yang ambrol tersebut tidak dilalui kendaraan.

Petugas kepolisian dari Polsek Wongsorejo langsung melakukan pengecekan dan rekayasa lalu lintas di lokasi.

Usai melakukan pengecekan, Kanit Lantas Polsek Wongsorejo Aiptu Moch Anwar bersama anggotanya langsung memasang barrier dan rambu peringatan agar jembatan tersebut tidak dilalui kendaraan bertonase besar demi keselamatan pengguna jalan.

Di lokasi kejadian, petugas kepolisian juga berkoordinasi dengan petugas dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur yang tengah melakukan peninjauan.

Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa kondisi jembatan sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur untuk segera dilakukan perbaikan. (fre/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perbaikan kerusakan jembatan di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mulai dikerjakan, Senin (12/1).

Petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur memastikan perbaikan tuntas dalam waktu sepekan.

Selama perbaikan berlangsung, pekerja tampak melakukan penutupan hampir separuh jalan. Arus lalu lintas dibuat buka tutup untuk mengurangi getaran selama pekerjaan berlangsung.

PPK 1.2 BBPJN Jatim Syaiful Fajar mengatakan,  sebelumnya pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan bersama tim teknis.

Dari hasil identifikasi, kerusakan terjadi pada pasangan batu Dinding Penahan Tembok (DPT) dengan volume relatif kecil.

“Kalau dari runtuhnya hanya pasangan batu di DPT. Tapi kalau dibiarkan, kerusakannya bisa semakin parah dan berpotensi berdampak ke badan jalan,” ujar Syaiful.

Runtuhnya pasangan batu tersebut disebabkan oleh kondisi air jenuh di dalam tanah. Air masuk melalui celah-celah sambungan antara bahu dan perkerasan aspal, serta melalui retakan-retakan kecil di permukaan bahu maupun pasangan batu.

“Air yang terus-menerus masuk membuat kondisi di bawah perkerasan menjadi jenuh, sehingga melorot terjadi longsoran di DPT,’’ bebernya.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, BBPJN Jatim melakukan langkah penanganan cepat. memperbaiki DPT, perbaikan juga akan dilakukan pada oprit jalan secara bersamaan.

“Pekerjaan ini sifatnya gerak cepat. DPT kita tangani, secara struktur utama jembatan tidak mengalami masalah. Kerusakan yang terjadi murni dipicu oleh faktor air dan kondisi cuaca. Untuk Struktur jembatan aman dan kokoh,’’ tegasnya.

Terkait kualitas material jembatan, Syaiful memastikan seluruh bahan yang digunakan telah melalui proses pengujian sesuai spesifikasi teknis.

Namun, kondisi lalu lintas yang padat dan dilalui kendaraan berat saat masa pelaksanaan sebelumnya bisa menjadi faktor yang memengaruhi hasil pekerjaan.

“Secara material dan bahan sudah diuji dan memenuhi spesifikasi. Tapi memang di lokasi itu lalu lintas kendaraan berat cukup padat, dan pada saat pelaksanaan kondisi lalu lintas tidak ideal,” katanya.

Untuk waktu pengerjaan, BBPJN Jatim menargetkan perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hari. Namun, pelaksanaan sangat bergantung pada kondisi cuaca.