Pertahankan Tradisi, Bawa Oncor Keliling Kampung

0
854

SETIAP malam 10 Suro warga Lingkungan Gesari Satu, Dusun Sawahan, Kelurahan Pengantigan, melaksanakan selamatan kampung. Selamatan kampung yang dilakukan itu memang terlihat sama seperti selamatan kampung di daerah lain, yakni memanjatkan dua secara bersama-sama demi keselamatan bersama dan makan bersama di tengah jalan kampung.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Yang menarik, meski letak Lingungan Gcsari Satu, Dusun Sawahan, masih berada di tengah kota. Lingkungan tersebut masih mempertahankan tradisi membawa oncor keliling kampung. Membawa antar keliling kampung tersebut dianggap sebagai simbol penerang desa.

“Ini hanya tradisi saja. Dulu itu kan tidak ada penerangan. Membawa oncor ini bertujuan agar terang saja,” Sujak Jauhari, sesepuh Lingkungan Gesari Satu. Dalam selamatan kampung di malam 10 Suro kemarin warga secara sukarela memasak nasi tumpeng dan dimakan bersama-sama di jalanan kampung setelah salat magrib.

Sebelumnya, sesepuh Dusun Sawahan Satu terlebih dahulu membacakan sebuah doa yang intinya agar seluruh warga Dusun Sawahan dijauhkan dari malapetaka dan selalu sehat dalam menjalankan kehidupan. Nah, saat doa dipanjatkan sesepuh melalui pengeras suara, seluruh warga diwajibkan mematikan penerangan di teras rumah masing-masing.

Loading...

Penerangan diganti menggunakan oncor yang sudah ada di depan rumah. Hal itu bertujuan agar doa yang dipanjatkan semakin khusyuk.  Setelah doa dipanjatkan, baru- lah seluruh warga dipersilakan menyantap hidangan tumpeng  yang telah disediakan pemilik rumah masing-masing.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2