Peselancar Ausie Juarai Freestyle Man

0
636

Hari Terakhir Angin Kurang Bergairah

WONGSOREIO – Even selancar bertajuk Tabuhan Island Pro Kite Boarding (TIPKB) 2015 resmi berakhir Minggu (23/8) kemarin. Beberapa juara dengan berbagai kategori juga telah diraih para peselancar layang kelas dunia di Pulau Tabuhan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Di hari terakhir kemarin kategori freestyle man berhasil diraih Daniel Sweng peselancar asal Australia. Urutan kedua kategori tersebut diraih Cristian Qui Tio, peselancar asal Filipina. Sementara itu, posisi ketiga diraih Narapichit Pudja asal Thailand.

Pada kelas freestyle woman, juara pertama diraih Meiji Kotala asal Firlandia dan posisi kedua diraih Bevirice Diven asal Prancis. “Ketiga nama itu memang langganan juara selancar di berbagai negara,” ujar Race Director Tabuhan Island Pro Kite boarding, Jeroen van Der Kooij.

Lebih lanjut pada kelas race man, peselancar asal Filipina, Deqoe Delos Santos, berhasil berada pada posisi teratas. Posisi kedua diduduki peselancar asal Thiailand, Narapichit Pudja, dan di posisi ketiga adalalah Komang Parde asal Bali, Indonesia.

Kelas race woman, Bevirice Diven, peselancar Prancis yang pada kelas fresstyle woman berada pada posisi kedua, pada kelas race woman ini  mampu berada pada posisi pertama. Kemudian, disusul Meiji Ketola asal Firlandia..

Sementara itu, pada kelas speed peselancar asal Australia, Joshua stephnen berhasil menjadi yang terbaik dalam even olahraga air di Pulau Tabuhan kemarin. Jeroan menambahkam kompetisi selancar layang di Pulau Tahuhan telah menjadi magnet baru bagi para peselancar.

Hal itu terbukti dari keikutsertaan peselancar profesional yang namanya sudah tak asing lagi di dunia olahraga ekstrem tersebut. Saat ini Tabuhan Island Pro Kite boarding telah menjadi even yang banyak dilirik dan dipcrhatikan ”ujar pria asal Belanda tersebut.

Baca :
Siap-siap, Denda Rp100 Juta Menanti Pelanggar Larangan Mudik 2021

Dia optimistis pantai Tabuhan bisa menjadi destinasi idola para peselancar karena karaektristik anginnya yang sangat sesuai, yaitu  kecepatan diatas 20 knot. Kecepatan itu tidak ada di tempat lain seperti Bali. “Pulau Tabuhan juga sangat bersih, pasirmya putih, airnya jernih, dan punya kekayaan biota laut yang bakal jadi daya tarik tersendiri, “ujamya.

Namun di hari teakhir even kite boarding intenational kemarin, angin yang bercmbus sedikit melambat dibandingkan dari sebelumnya. Pihak panitia pun mencoba memindah venue selancar ke sisi barat Pulau Tabuhan. Namun, angin yang berhembus tetap tidak terlalu maksimal. `

Made salah satu peselancar asal Bali, menyayangkan angin yang berhembus kurang kencang kemarin. Hal itu sangat berpengaruh terhadap atraksi yang dimainkan para peselancar. Mede mengatakan, pada hari pertama angin yang berhembus bisa mencapai 20 -25 knot dan itu sangat bagus.

Namun, pada hari kedua kemarin angin yang berhembus kecepatannya kurang dari 20 knot. ” Angin kurang bergairah. Kecepatan angin hari ini (kemarin) sangat mempengaruhi penampilan kita,” katanya (radar)