Peserta Diklatpim lV Kementerian Perdagangan Benchmark ke Banyuwangi

0
954
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Dijadikan sebagai contoh  bagi daerah lain di Indonesia menjadi kehormatan tersendiri bagi Banyuwangi. Kali ini peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepimpinan (Diklatpim) IV Kementerian Perdagangan  melakukan perihal  pelayanan kesehatan, terobosan di bidang teknologi informasi serta inovasi  pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (22/8).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Menurut Kepala Bidang  Diklat Aparatur Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan pada Kementerian Perdagangan, Muhammad Yani, Banyuwangi dijadikan salah satu daerah favorit bagi daerah lain untuk belajar, lantaran segudang prestasi yang dimilikinya.

“Kunjungan studi ke Banyuwangi ini fokusnya pada pelayanan kesehatan, terobosan di bidang teknologi informasi serta inovasi  pariwisata  di Kabupaten Banyuwangi yang semakin maju,” kata Yani.

Benchmarking, ujar Yani, merupakan proses membandingkan dan mengukur suatu kegiatan organisasi terhadap proses operasi terbaik di kelasnya. “Dan kami datang kemari setelah melalui diskusi yang panjang dan searching dari beberapa media terkait keunggulan dan potensi  Banyuwangi,” tutur Yani.

Yani menambahkan selain 3 hal yang disebut di atas, keberhasilan Banyuwangi sebagai kabupaten satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan Nilai A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah  (SAKIP) juga mengundang keingintahuan yang tinggi dari para peserta benchmark ini.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last