Peserta Diklatpim lV Kementerian Perdagangan Benchmark ke Banyuwangi

0
143
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Dijadikan sebagai contoh  bagi daerah lain di Indonesia menjadi kehormatan tersendiri bagi Banyuwangi. Kali ini peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepimpinan (Diklatpim) IV Kementerian Perdagangan  melakukan perihal  pelayanan kesehatan, terobosan di bidang teknologi informasi serta inovasi  pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (22/8).

Menurut Kepala Bidang  Diklat Aparatur Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan pada Kementerian Perdagangan, Muhammad Yani, Banyuwangi dijadikan salah satu daerah favorit bagi daerah lain untuk belajar, lantaran segudang prestasi yang dimilikinya.

“Kunjungan studi ke Banyuwangi ini fokusnya pada pelayanan kesehatan, terobosan di bidang teknologi informasi serta inovasi  pariwisata  di Kabupaten Banyuwangi yang semakin maju,” kata Yani.

Benchmarking, ujar Yani, merupakan proses membandingkan dan mengukur suatu kegiatan organisasi terhadap proses operasi terbaik di kelasnya. “Dan kami datang kemari setelah melalui diskusi yang panjang dan searching dari beberapa media terkait keunggulan dan potensi  Banyuwangi,” tutur Yani.

Yani menambahkan selain 3 hal yang disebut di atas, keberhasilan Banyuwangi sebagai kabupaten satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan Nilai A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah  (SAKIP) juga mengundang keingintahuan yang tinggi dari para peserta benchmark ini.

Loading...

“Jadi ternyata memang banyak yang perlu kami pelajari dari Banyuwangi. Uniknya ini datang dari daerah yang jauh dari ibukota dan bukannya dari kami yang berasal dari Jakarta,”  tandas Yani.

Sementara itu, saat menerima rombongan, Asisten Administrasi Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Choril Ustadi Yudawanto, di hadapan 30 peserta diklat memaparkan sejumlah keberhasilan yang telah dicapai Banyuwangi.

Awal tahun 2016, tutur Ustadi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi  tahun 2015 ditasbihkan sebagai yang terbaik se-Jawa Timur (Jatim) oleh Kementerian PAN-RB. Ini karena komitmen pimpinan daerah yang sangat tinggi dan konsisten terhadap dokumen perencanaan sampai pertanggungjawaban pembangunan.

“Penghargaan bagi kami bukan tujuan utama, tapi bagaimana kinerja ini juga mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Ustadi.

Selain itu, Ustadi juga menjelaskan bagaimana upaya Banyuwangi membranding daerahnya. Mulai dari dibuatnya tagline the Sunrise of Java yang mengacu pada posisi Banyuwangi yang berada di daerah paling timur Pulau Jawa dan menikmati matahari pagi lebih awal dibanding daerah lainnya.

“Kami juga berupaya menggerakkan potensi pariwisata yang ada untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. Sebab pariwisata itu tidak mengenal resesi. Punya uang atau tidak, dunia pariwisata tetap akan ramai peminat,” beber Ustadi.

Pelayanan pada masyarakat pun, imbuhnya,  berjalan dengan peningkatan yang signifikan. Bahkan sejalan dengan smart kampung, desa-desa pun  greget  untuk membuka layanan hingga malam hari. “Nah kita bisa belajar bersama terkait peningkatan potensi di masing-masing wilayah. Kami persilahkan mengambil banyak ilmu dari daerah kami,” ujar Ustadi.

Dalam kesempatan itu, beberapa kepala dinas terkait juga memberikan penjelasan terkait kesehatan, pariwisata dan telekomunikasi. Di antaranya Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Telekomunikasi dan Informatika, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Hadir pula Kepala Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Banyuwangi.

Rombongan peserta Diklatpim IV ini telah tiba di Banyuwangi sejak Senin (21/8) kemarin. Sejak kedatangannya, mereka telah mengeksplor dua tempat wisata di Banyuwangi, yakni Bangsring Under Water (Bunder) dan Air Terjun Jagir. Nanti malam mereka berencana akan mendaki Kawah Ijen untuk melihat dari dekat keindahan bluefire dan menikmati sunrise di puncak Ijen. Mereka akan berada di Banyuwangi hingga Kamis (24/8). (banyuwangikab.go.id)

loading...