Piawai Menaksir Jumlah Buah Setiap Pohon

0
3308

Karena tanaman mangga milik warga yang di pelosok desa jumlahnya makin berkurang, dia juga harus jeli memelototi pohon mangga yang berbuah dan tidak. Untuk mencari keberadaan buah mangga itu, para penebas juga dituntut harus masuk ke  seluruh penjuru perkampungan.

Tak ayal, penebas juga harus mengenal medan jalan yang akan dan telah dilalui tersebut agar bisa kembali berkumpul dengan rekan-rekannya sesama penebas buah. “Kebetulan kami pos berkumpulnya di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro ini,” jelasnya.

Saking sulitnya mencari buah mangga yang sedang berbuah dan siap panen, terkadang mereka pulang dengan tangan hampa. Padahal, mereka sudah seharian  berkeliling keluar masuk perkampungan tanpa membawa buah untuk disetorkan pada pengepul.

Para penebas buah juga dituntut bisa menaksir jumlah buah dalam satu pohon. Jika pemilik pohon di pedesaan rata-rata jika pohon  berbuah lebat harganya bisa  mencapai Rp.700 ribu per pohon. Tapi jika di perkotaan, harga buah per pohon paling murah dibanderol Rp 1 juta.

“Kalau saya, sudah biasa hitung buah di setiap ranting pohon. Begitu lihat sepintas sudah langsung bisa beri banderol harga,” terangnya. Kondisi makin berkurangnya jumlah tanaman mangga di Banyuwangi itu, juga dirasakan penimbang (pengepul) buah  mangga.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | ... | Next → | Last

Baca :
Areal Pasar Hewan di Glenmore Dilalap Si Jago Merah