Pilih Bekerja daripada Ujian Susulan

0
464
MASIH SAKIT: Bella, siswi SMPN 1 Banyuwangi, mengikuti unas di RS Yasmin, Banyuwangi, kemarin.
MASIH SAKIT: Bella, siswi SMPN 1 Banyuwangi, mengikuti unas di RS Yasmin, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI – Ujian nasional (unas) tampaknya tidak terlalu menarik bagi beberapa siswa SMK. Mereka lebih memilih bekerja daripada mengikuti unas susulan tahun 2012 ini. Pada unas 16 April 2012 lalu, sebanyak 52 siswa SMK tidak mengikuti ujian.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selain karena sakit, banyak yang tidak ikut ujian karena sudah bekerja di beberapa perusahaan. Dinas Pendidikan (Dispendik) memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti unas susulan 23 April 2012. Namun, dari 52 siswa SMK yang bolos unas, hanya 40 siswa yang mengikuti ujian susulan. “Sisanya memilih mengikuti kejar paket alias tidak ikut unas susulan,” tegas Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono.

Loading...

Peserta yang tidak mengikuti unas susulan itu, ungkap Sulihtiyono, rata-rata sudah bekerja di beberapa perusahaan. Mereka memilih mengikuti ujian kejar paket karena tidak mengganggu jam kerja mereka. Kalau mengikuti unas susulan, tentu mereka harus meninggalkan pekerjaan. “Kalau ujian kejar paket tidak mesti pagi, malam pun bisa dilaksanakan,” tegas Sulihtiyono.

Sementara itu, peserta unas SMA dan MA yang tidak bisa mengikuti unas 16 April lalu, semua mengikuti unas susulan. Mereka hanya mengikuti ujian susulan pelajaran yang diujikan pada hari pertama dan kedua. Pada hari ketiga dan keempat, rata-rata mereka ikut unas semua. “Peserta dari SMA dan MA tidak ikut unas karena sakit dan bekerja,” tegasnya.

Untuk diketahui, hari pertama dan kedua unas ada sekitar 21 siswa SMA dan 6 siswa MA yang absen. “Semua sudah selesai mengikuti unas susulan yang dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan,” ujar Sulihtiyono. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2