Poskamladu Dihidupkan Kembali

0
625

BANYUWANGI – Tingginya pelanggaran dan pencurian di kawasan perairan laut Banyuwangi rupanya tidak  lepas dari pantauan Satpolair Polres Banyuwangi. Demi meningkatkan kembali pengawasan dan penindakan atas tangan  jahil, Polres Banyuwangi  lewat Satpolair mengaktifkan kembali Pos Keamanan dan  Perikanan Terpadu (Poslkamladu).

Selain aparat kepolisian, pos tersebut juga akan dihuni personel gabungan, di antaranya  TNI AL dan Dinas Perikanan dan Kelautan. Tim gabungan itu bertugas bersama untuk mengamankan wilayah perairan Banyuwangi  dari berbagai tindak  pelanggaran, seperti ilegal fishing  dan lain-lain.

Selain itu, pos tersebut juga akan digunakan mengamankan retribusi TPI, bimbingan, dan penyuluhan terhadap para nelayan. Untuk mendukung tujuan tersebut, Satpolair Polres Banyuwangi telah menempatkan dua anggota.

Dua anggota tersebut  akan melengkapi tiga personel TNI AL dan petugas DKP yang juga bertugas di sana. Kasatpolair Banyuwangi AKP Basori Alwi menuturkan, petugas Poskamladu Grajagan bertugas mengamankan wilayah  perairan Banyuwangi.

Untuk penindakan ilegal fishing dan aksi penyuluhan nelayan di Muncar dan Pancer akan ditangani petugas Polair. “Tim gabungan Poskamladu punya wilayah teritorial. Di wilayah Grajagan, misalnya, mencakup sekitar Tegaldlimo sampai perbatasan Pancer.

Semua bentuk pelanggaran laut  akan ditangani tim gabungan. Khusus di area yang telah berdiri Pos Polair akan ditangani  polisi perairan,” beber Basori. Di Jatim, lanjut kasatpolair, ada 15 Poskamladu. Belasan  pos itu berlokasi di sepanjang pesisir utara, timur, dan selatan Jawa.

Di Pulau Madura ada empat pos. Keberadaan petugas Satpolair tersebut sekaligus untuk membantu pengamanan di  Poskamladu, mengingat tingginya  angka pelanggaran laut di pantai selatan Banyuwangi. Oleh karena itu, sebagai solusi  dibentuklah Poskamladu di  beberapa titik rawan pelanggaran laut, termasuk di perairan Grajagan. (radar)

Baca :
Terlalu Nganan Pick Up Tubruk Mobil Grand Livina di Glagah