Prestasi Jeblok, FPTI mulai Berbenah

0
759

BANYUWANGI – Cabang olahraga (cabor)  panjat tebing terpuruk pada Pekan Olahraga  Provinsi (Porprov) Jatim V tahun 2015. Hasil  tersebut mengulang tragedi serupa pada edisi  sebelumnya. Tentu saja, prestasi jeblok tersebut menjadi  pukulan telak bagi Banyuwangi.

Sebab, prestasi  yang diharapkan justru tidak mampu dicapai. Hal itu menunjukkan pembinaan tidak  jalan alias gagal total. Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Banyuwangi, Anton Sunartono menegaskan tidak akan meletakkan jabatan meski selama ini tidak membawa prestasi yang dibanggakan.

Kekalahan dalam ajang multi even  itu memang karena kualitas kontingen lain  yang lebih superior.  FPTI Banyuwangi tampaknya tidak ingin mengulang tragedi serupa dalam even-even berikutnya. Apalagi, kini ada fasilitas wall panjat tebing  di Taman Blambangan, Banyuwangi.

Tentu saja, hal itu perlu dimanfaatkan dengan  baik. Artinya, latihan atlet perlu digenjot secara  kontinu sehingga bisa menghasilkan tujuan  prestasi yang dibanggakan.  Meski begitu, FPTI Banyuwangi menyadari jika saat ini tengah gencar mencari atlet.

Semakin  banyak kuota atlet, maka semakin baik dalam  menentukan atlet terbaik. ‘’Kita sedang  promosi mencari atlet,’’ kata pelatih FPTI Banyuwangi, Awiyono, kemarin. Awiyono mengakui jika mencari atlet memang tidak gampang. Sebab, diakui atau tidak, olahraga  tersebut membutuhkan nyali yang besar.

‘’Kita memang minim atlet, tapi kita sudah lakukan  langkah dengan sosialisasi di sekolahsekolah,’’ katanya. Sementara itu, sebanyak delapan atlet panjat tebing Banyuwangi berlaga dalam kejuaraan  tingkat nasional yang diselenggarakan Organisasi Pencinta Alam (PA) Ganendra Giri Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Dalam ajang itu, tidak satu pun pemanjat Banyuwangi yang meraih hasil menggembirakan.  Hanya ada Erico Yoga, eks atlet Porprov Banyuwangi,  yang meraih juara harapan dua dalam   ajang tersebut.(radar)