Tenis Meja Tepis Predikat Cabor Gagal

0
472

BANYUWANGI – Prestasi menjadi   salah satu tujuan dalam  pembinaan. Sebab, itulah tidak ada salahnya jika cabang olahraga  (cabor) dievaluasi bahkan  dikritik jika tidak mampu meraih  capaian itu. Bagi ketua cabor yang gagal  menorehkan prestasi memang pantas disorot.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bukan hanya itu,  nahkoda cabor itu dinilai lebih  terhormat jika mengundurkan  diri jabatan, terutama bagi mereka  yang lama menjabat, tapi  tidak membawa bukti prestasi  yang nyata.  Hingga kemarin (10/9), belum  ada perkembangan yang berarti  terkait dengan cabor gagal.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Banyuwangi,  Anton Sunartono sebelumnya telah menegaskan menolak untuk  mengundurkan diri, meski  atletnya selama ini gagal di berbagai even, termasuk dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  Jatim V.

Yang terbaru, kini giliran ketua  Persatuan Tenis Meja Seluruh  Indonesia (PTMSI), Kgs Abd Sakur yang memilih bertahan.  Dia berpandangan, jika pembinaan  tetap berjalan sebagaimana  mestinya. ‘’Prestasi kita  juga ada,’’ katanya, kemarin.

Loading...

Dia mengakui jika tim tenis   meja kalah bersaing pada ajang  multi even yang digeber Juni  lalu. Artinya, target medali pun tidak bisa diwujudkan. ‘’Jangan lupa, kita sudah lakukan segalanya  untuk mempersiapkan Porprov,’’ katanya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2