Pulau Merah Macet 3 Km

  • Bagikan

pulaumerahRibuan Orang Saksikan Final Kompetisi Selancar

PESANGGARAN – Memasuki puncak kegiatan Red Island Internasional Surfing Competition (ISC) 2013, ribuan pengunjung dari ber bagai daerah tumplek blek ke pantai yang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi tersebut. Ribuan pengunjung dari berbagai pelosok Bumi Blambangan dan kabupaten tetangga, terus berdatangan ke lokasi kegiatan sejak pukul 07.00.

Kebanyakan mereka datang pada pagi hari karena ingin menyaksikan langsung para peselancar dari 20 negara yang berkompetisi bermain ombak laut selatan. Kompetisi selancar ini dimulai pagi hari atau pada saat gulungan dan tingginya ombak Pulau Merah sedang bagus-bagusnya. Akibat membeludaknya pengunjung yang naik kendaraan roda dua maupun empat tersebut, membuat jalan menuju Pulau Merah macet total hingga panjangnya mencapai tiga kilometer.

Macetnya arus lalu lintas ini semakin parah manakala panitia menghentikan setiap kendaraan yang masuk untuk membayar uang karcis Rp 15 ribu per orang, karcis kendaraan roda dua Rp 5 ribu, serta mobil Rp 10 ribu. Kontan saja, penarikan karcis di pintu masuk Pulau Merah ini hanya membuat macetnya kendaraan semakin panjang.

Contest Direktur ISC, Piping mengatakan, babak penyisihan untuk peserta internasional memang dimulai pagi hari pada pukul 08.00 atau bersamaan dengan bagusnya ombak. ”Tinggi ombak Pulau Merah pada pagi hari mencapai rata-rata 2,5 meter, gulungan ombaknya juga bagus. Jadi kompetisi internasional kita mulai pagi hari,” kata Piping. Piping menuturkan, pukul 08.00 sampai 10.00 adalah kompetisi babak penyisihan.

Sedang semifinal dan final dilakukan pada pukul 17.00 sampai 18.00. “Finalnya sore hari. Jadi siapa pemenangnya masih menunggu bersamaan penutupan acara,” tandasnya. Yang jelas, kata Piping, penilaianyang dilakukan oleh para juri terhadap peserta meliputi beberapa criteria. Di antaranya aerial atau terbang di atas ketinggian ombak. Selain itu cutback atau kembali ke ombak semula manakala berselancarnya melebihi batas panjang ombak yang ditentukan.

“Ada juga fl ooter, atau berjalan di atas ketinggian ombak. Semua gaya selancar akan jadi penilaian,” sebutnya. Setiap peserta mendapat kesempatan bermain pada 10 ombak yang dianggap terbaik dengan jangka waktu 15 menit. Dari sepuluh ombak tersebut, juri hanya akan menilai dua ombak yang digunakan untuk manuver terbaik. “ Jadi dari sepuluh ombak yang dimanfaatkan setiap peserta dalam waktu 15 menit, hanya dua ombak terbaik yang kita nilai,” pungkasnya. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: