Pusdalops PB Banyuwangi Raih Penghargaan Terbaik se-Jatim

0
298
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi Fajar Suasana usai menerima penghargaan dari Mendagri.

Meningkatnya intensitas dan frekuensi bencana di Kabupaten Banyuwangi harus diwaspadai dan direspons cepat. Hal yang perlu dipersiapkan adalah aparat yang tanggap dan tangguh, serta peralatan yang memadai dalam menghadapi bencana.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebagai salah satu bentuk kesiapan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam penanggulangan bencana adalah membentuk Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Kesigapan dan etos kerja Pusdalops PB itu telah berbuah apresiasi dalam bentuk penghargaan dari Menteri Dalam Negeri.

Pusdalops PB merupakan satuan tugas yang dibentuk berdasar surat keputusan bupati. Unsur yang terlibat adalah aparatur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi dan relawan penanggulangan bencana.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi Fajar Suasana, kegiatan operasional Pusdalops melaksanakan tugas pemantauan situasi dan kondisi wilayah terkait kebencanaan. Selain itu, melakukan deteksi dini terhadap semua gejala ancaman dan kejadian bencana di wilayah Kabupaten Banyuwangi selama 24 jam/hari dan tujuh hari/minggu secara terus-menerus.

Tentunya, dengan menggunakan peralatan media informasi dan komunikasi yang tersedia di ruang Pusdalops PB. Kemudian membuat catatan dan laporan harian yang dapat digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan dan respons cepat penanganan kejadian atau bencana dalam rangka upaya pengurangan risiko bencana.

”Pusdalops PB difungsikan sebagai pusat pengumpulan data dan informasi kejadian dan kegiatan penyelenggaraan penanggulangan bencana, baik pada tahap pra, saat kejadian, maupun pascabencana,” terangnya.

Selama ini, lanjut Fajar, Pusdalops PB telah memberikan manfaat dalam mengendalikan operasional penanganan kejadian bencana. Informasi dan laporan cepat yang diterima Pusdalops PB dapat direspons secara cepat pula. ”Untuk memberikan pertolongan, pencarian, evakuasi, bantuan kebutuhan dasar, perlindungan, dan pemulihan darurat kepada korban bencana,” tuturnya.

Fajar menambahkan, keberadaan Pusdalops PB yang melibatkan organisasi relawan dalam menjalankan fungsinya, telah mampu menjalin komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi, serta hubungan yang harmonis antarorganisasi relawan di Kabupaten Banyuwangi. Organisasi relawan yang tergabung dalam operasional Pusdalops PB adalah PMI, Tagana, Orari, Rapi, Senkom, Bagana GP Ansor, MDMC, BSI, Selam, dan Barac.

”Organisasi relawan tersebut telah berkomitmen senantiasa melakukan kesiapsiagaan dan siap kapan pun dikerahkan untuk melaksanakan penanganan darurat bencana,” jelasnya.

Yang membanggakan, ungkap dia, Pusdalops PB Kabupaten Banyuwangi berhasil meraih penghargaan sebagai Pusdalops PB terbaik se-Jawa Timur. Gelar tersebut diperoleh dalam Lomba Pengelola Data Bencana Provinsi Jawa Timur Tahun 2017. Lomba tersebut diikuti seluruh Pusdalops PB dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

”Lomba dalam rangka memperingati HUT ke-72 Provinsi Jawa Timur itu diselenggarakan untuk mendorong peningkatan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Jawa Timur,” ungkapnya.

Fajar menambahkan, Pusdalops PB Kabupaten Banyuwangi mendapatkan prestasi tersebut setelah dilakukan penilaian melalui pemantauan aktivitas operasionalnya dalam pengelolaan data dan informasi bencana. Pemantauan itu dilakukan mulai April hingga September 2017. Kemudian dilakukan tinjau lapang oleh Tim Penilai Provinsi Jawa Timur pada September 2017.

”Indikator yang dinilai meliputi kecepatan informasi, kelengkapan informasi, kemampuan personel, ketersediaan peralatan, pemanfaatan media sosial, rutinitas pelaporan, respons komunikasi, dan kecepatan bertindak dalam penanganan kejadian bencana,” sebutnya.

Trofi dan piagam penghargaan bagi Pusdalops PB Kabupaten Banyuwangi itu diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. ”Penghargaan tersebut diserahkan dalam peringatan HUT ke-72 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, pada 12 Oktober 2017,” kata Fajar.(radar)

Loading...

APLIKASI PAYROLL HRD YANG SIMPEL DAN MUDAH

APLIKASI PAYROLL HRD YANG SIMPEL DAN MUDAH

Apakah anda pemilik usaha yang masih menggunakan manual (Excel) untuk perhitungan absensi, gaji, pajak, BPJS dan laporan?? Dan apakah Human…
05/24/2018
DKI Jakarta