TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa dokter hewan memegang peran strategis sebagai kunci keamanan pangan dan kesehatan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah dokter hewan perdana bagi 27 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Kampus Banyuwangi.
Prosesi pengambilan sumpah berlangsung tertib dan khidmat di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (22/1/2026). Para lulusan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kesungguhan. Pengucapan sumpah dokter hewan secara bersama-sama menandai dimulainya pengabdian profesional mereka kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ipuk menekankan pentingnya peran dokter hewan dalam menjawab tantangan global sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Dokter hewan berada di garis depan, bukan hanya menyembuhkan hewan, tetapi juga melindungi keselamatan manusia dan stabilitas pangan. Dokter hewan adalah kunci keamanan pangan dan kesehatan bangsa,” tegas Ipuk.
Foto bersama para dokter hewan Unair Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
Menurut Ipuk, dunia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan serius, mulai dari ancaman penyakit zoonosis dan lintas spesies, ketahanan pangan global, hingga perubahan iklim yang berdampak langsung pada sektor peternakan dan lingkungan.
Bupati Banyuwangi itu menekankan bahwa konsep One Health harus menjadi pegangan utama para dokter hewan di era saat ini. Pasalnya, peran dokter hewan tidak hanya terbatas pada dunia veteriner, melainkan menyangkut keberlanjutan kehidupan manusia dan lingkungan.
“Kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan adalah satu kesatuan, One Health,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ipuk menyoroti posisi strategis Banyuwangi yang memiliki potensi besar di sektor peternakan dan pangan. Mulai dari sapi potong, sapi perah, unggas, perikanan, hingga hewan kesayangan, seluruhnya berkontribusi penting dalam menopang perekonomian daerah dan kebutuhan masyarakat.
“Dokter hewan memegang peran penting dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan asal hewan, khususnya penyediaan protein hewani yang sehat, bermutu, dan halal,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan FIKKIA Unair, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.B.S.(K)., menyampaikan bahwa berdirinya Unair Kampus Banyuwangi tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, baik dalam proses pendirian maupun pengembangannya hingga saat ini.
Ia menyebutkan, Pemkab Banyuwangi tidak hanya memberikan dukungan kebijakan, tetapi juga mengalokasikan dana hibah untuk menunjang operasional kampus. Dukungan tersebut memungkinkan Unair Banyuwangi tumbuh sebagai pusat pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan daerah.
“Terima kasih atas dukungan Pemkab Banyuwangi. Ini menjadi amal jariyah,” ungkapnya. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |







