Beranda Hukum Rahim Ibu “Bayi Ajaib” Dikuret

Rahim Ibu “Bayi Ajaib” Dikuret

0
853

rahimBANYUWANGI- Ini perkembangan terbaru terkait kasus pembuangan bayi yang ditemukan warga mengambang di sungai di Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Senin malam lalu (8/12) sang ibu ” bayi ajaib’ tersebut, Saritem (samaran), di larikan ke RSUD Blambangan. Dia di rujuk ke rumah sakit milik pemerintah itu karena mengalami pendarahan setelah melahirkan bayinya tersebut. Sebelumnya, siswa kelas 9 sekolah menengah pertama (SMP) itu sempat dirawat di Puskesmas Licin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Namun karena kondisinya terus memburuk, ibu belia itu akhirnya dilarikan ke rumah sakit. “Dia pucat karena mengalami pendarahan terus,” beber Sri Sukowati, kepala Ruangan Bersalin RSUD BIambangan, kemarin (9/12). Hasil pemeriksaan diketahui kadar hemoglobin (hb) Saritem sangat rendah. Tercatat kadar bb darahnya hanya 7,8. Padahal, nominslnya kadar hb untuk perempuan harus mencapai angka 10. Demi mengembalikan kondisinya, tim dokter langsung mengambil tindakan medis.

Selain memberikan transfusi darah, tim medis juga melakukan upaya lain yakni kuret tindakan medis itu demi membersihkan rahim Saritem dari sisa ari-ari yang masih berada di dalam rahimnya. “Dikuret biar rahimnya kembali bersih,” ujar Sri Sukowati. Saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, kondisi Saritem masih tergolek lemas di RSUD Blambangan. Dia juga mengaku masih lemas. Meski begitu, menurut bidan yang menanganinya, kondisi Saritem sudah berangsur membaik.

“Saat ini kondisinya sudah membaik. Pasien habis menjalani kuret (mengeluarkan jaringan kandungan yang masih tersisa). Saat ini masih menjalani tambah darah, karena hb darahnya 7,8,” terang Sisca Zulviana bidan di RSUD Blambangan. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Saritem mengaku menyesal telah membuang anak kandungnya. Dia membuang darah dagingnya sendiri lantaran takut dan malu karena melahirkan anak di luar nikah.

Loading...

“Sebenarnya tidak tega dan kasihan. Karena saya takut dan malu kepada orangtua dan tetangga, akhirnya saya buang saja bayi itu di sungai. Bayinya saat itu nangis,” terang Saritem. Dia juga menceritakan proses lahirnya bayi tersebut. Pada malam sebelum dilahirkan, Saritem sudah merasakan sakit perut. bahkan dia itu mengira bahwa itu tanda bahwa dia akan melahirkan. ‘Sabtu malam jam tujuh sudah terasa mules. Akhirnya pada minggu Subuh, saat orang mengaji Subuh terdenger anak saya lahir di kamar. Lantaran takut dan malu, saya membuang bayi tersebut.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!