KALIPURO – Selama empat hari terakhir, aktivitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk melonjak drastis. Warga Jawa yang tinggal di Bali, ramai-ramai mudik untuk merayakan hari raya Idul Adha di kampung halaman. Selain itu, warga Jawa yang tidak merayakan hari raya Idul Adha, ternyata juga ikut ramairamai liburan ke Bali. Lonjakan wisatawan dari Jawa ke Bali itu dipicu liburan akhir pekan yang digabung dengan libur nasional Hari Raya Idul Adha Selasa mendatang (15/10).
Walau sama-sama mengalami peningkatan, namun penumpang dari Bali mendominasi aktivitas penyeberangan. Peningkatan terjadi mulai Hari Jumat malam (11/10), ribuan kendaraan memadati pelabuhan penyeberangan Ketapang. Pada Jumat malam, sempat terjadi antrean kendaraan roda empat hingga Sabtu pagi (12/10). Namun antrean itu tidak berlangsung lama, pada Sabtu siang kendaraan yang antre berhasil menyeberang ke Pulau Dewata. Sedangkan pada hari Minggu kemarin (13/10), antrean kendaraan wisatawan tidak terlihat lagi.
Kondisi pelabuhan terlihat lengang dan terjadi antrean saat menunggu kapal bongkar menurunkan penumpang. Sedangkan penumpang dari Bali, sepanjang hari ramai kedatangan penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Ratusan kendaraan roda dua, memadati pelabuhan Ketapang. Manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (IF) Saharuddin Koto mengatakan, secara umum penumpang pejalan kaki meningkat sekitar 25 persen dari hari-hari normal. Dalam sehari, penumpang pejalan kaki mencapai 2500 orang.
Sedangkan untuk kendaraan roda dua, meningkat tujuh persen. Peningkatan itu, di dominasi kendaraan roda dua yang datang ke Bali. “Sedangkan untuk penumpang kendaraan roda empat hanya naik sekitar lima persen,” ujar Saharuddin. Untuk penumpang kendaraan roda empat, yang datang dan pergi dari pelabuhan Ketapang imbang. Kendaraan yang datang rata-rata pemudik hari raya Idul Adha, sedangkan yang pergi adalah wisatawan yang akan berlibur di Bali. (radar)