Raup Belasan Juta dari Udeng Batik Banyuwangi

  • Bagikan
Foto: suaraindonesia

BANYUWANGI – Banyuwangi dikenal memiliki beragam motif batik khas yang banyak diminati konsumen dalam negeri hingga mancanegara. Mulai dari batik Gajah Oleng, Totogan, Kangkung Setingkes, Kopi Pecah, Paras Gempal, dan berbagai motif khas lainnya.

Dilansir dari suaraindonesia, batik Banyuwangi tidak hanya dimanfaatkan untuk membuat pakaian semata, melainkan dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan buah tangan. Seperti kreatifitas yang dibuat oleh Haidi Bing Slamet (38).

Pria asal Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, tersebut berinovasi untuk membuat Udeng (penutup kepala khas Banyuwangi) dengan memanfaatkan kain batik.

Hasilnya, udeng hasil kreasinya tersebut memiliki seni artistik dan bernilai jual tinggi.

“Alhamdulillah udeng batik buatan saya banyak yang minat,” kata Haidi saat ditemui di Gerai Uni Oseng Kemiren miliknya.

“Ini lagi antre yang pesen,” tambahnya.

Haidi mengaku mampu membuat udeng batik hingga 20 buah dalam sehari.

“Kalau kayak sekarang, sehari saya bisa buat 15 sampai 20 udeng. Tapi kalau sepi, bisa 5 sampai 10 buah saja,” ucap Haidi.

Adapun harga satu buah udeng batik hasil kreasi Haidi cukup bervariasi. Mulai dari kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu perbuah, tergantung jenis kain dan batik.

“Kalau batik tulis lebih mahal dibandingkan batik cat,” kata Haidi.

“Batik tulis yang saya gunakan daru pengrajin lokal. Ada Gajah Oleng, Totogan, Kangkung Setingkes dan lain-lain, jelasnya.

Omset yang diperolehnya juga lumayan besar. Dalam sebulan, Haidi bisa meraup keuntungan hingga Rp 15 juta.

“Rata-rata sehari dapat Rp 500 ribu,” ujarnya.

Udeng batik hasil kreasinya ini, jelas Haidi, memiliki kelebihan dari segi artistik dan kenyamanan.

“Menurut teman-teman yang beli ke saya, pas dipakai seperti bikinan manual. Itu yang mereka harapkan. Dipakai juga nyaman, karena bahannya dari batik tulis,” imbuhnya.

Makanya tak heran jika Haidi banjir orderan udeng batik, mulai dari kalangan pejabat, seniman, tokoh masyarakat, maupun wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Tak jarang dia juga menerima orderan dari luar daerah.

“Apalagi pas waktu event-event festifal seperti Tour de Ijen, Gandrung Sewu, dan festifal lainnya orderan full, banyak yang antre,” pungkasnya.

Baca :
Hilang Sejak Minggu, Nenek 73 Tahun Ditemukan Mengapung di Sungai
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: