Remaja Rentan Gangguan Kejiwaan

0
520


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Potensi gangguan jiwa rupanya tidak hanya dimonopoli kalangan usia dewasa saja. Fakta mengejutkan menunjukkan kalangan remaja di Banyuwangi rupanya cukup rentan mengalami stres  alias gangguan kejiwaan.

Statistik selama periode 2015 hingga  2016 saja, angka remaja yang terkena gangguan kejiwaan meningkat hingga 300 persen. Selama kurun 2015, Klinik  Gangguan Jiwa di Puskesmas  Licin mencatat 19 kasus remaja  yang mengalami gangguan kejiwaan.

Angka penderita pasien berkategori stres ini meningkat hingga 185 orang di tahun 2016. Mereka kebanyakan merupakan  pasien rawat jalan pada klinik gangguan jiwa tersebut. Peningkatan kasus gangguan  jiwa pada kalangan remaja di  Banyuwangi ini dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Licin, Kholid.

Dijelaskan, angka kenaikan  pasien gangguan jiwa untuk  kalangan remaja mengalami peningkatan cukup signifikan. “Itu untuk usia di bawah 20 tahun angkanya meningkat cukup tajam,” katanya.  Penyebab peningkatan gangguan jiwa pada kalangan remaja  ini ada beberapa faktor.

Kholid menyebut, ada dua penyebab  utama yang membuat remaja di  Banyuwangi rentan mengalami depresi alias stres. Alasan pertama adalah kebanyakan gangguan jiwa dialami  remaja yang terpisah dari orang tuanya. Sebabnya beragam. Mulai orang tuanya menjadi tenaga  kerja di luar negeri hingga perceraian. Imbasnya anak menjadi kurang kasih sayang orang tua dan minim perhatian.

Alasan kedua adalah narkoba. Banyak remaja yang terjangkit narkoba juga membuat mereka rentan mengalami depresi  hingga gangguan jiwa.  Sebab lainnya pun ada. Di antaranya pola dan gaya hidup  remaja saat ini. Mereka yang  cenderung ingin bergaya modern tanpa didukung ekonomi yang memadai membuat kalangan remaja rentan mengalami tekanan batin.

Selain itu  tekanan terhadap pendidikan juga bisa menyebabkan remaja  mengalami gangguan jiwa. “Tapi dari sekian banyak yang  dominan sebagai penyebabnya adalah narkoba dan orang tuanya yang jadi TKI tadi,” pungkasnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :