sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi ditutup dengan acara resepsi di Hedon Estate, Rabu (14/1) malam.
Acara tersebut dihadiri ratusan tamu undangan, mulai dari penghulu, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), hingga kepala madrasah.
Turut hadir Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar.
Kehadiran Kepala Kanwil Kemenag disambut iringan musik dan tarian tradisional khas daerah.
Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat didaulat mengalungkan selendang serta memasangkan udeng khas Banyuwangi sebagai bentuk penghormatan.
Dalam sambutannya, Chaironi Hidayat menyampaikan, seluruh program kerja Kemenag Banyuwangi yang digawangi oleh seluruh entitas berjalan lancar dan menuai kesuksesan.
Ia mencontohkan capaian di bidang pendidikan yang dinilainya membanggakan.
“Di bidang pendidikan, salah satu peserta didik kita berhasil meraih prestasi juara internasional di Rusia. Dari sini kita bisa mengukur kualitas madrasah di Banyuwangi, baik dari sisi guru maupun muridnya,” ujar Chaironi.
Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat memasangkan udeng kepada Kepala Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar di Hedon Estate, Rabu malam (14/1). (KSTARIA RAYA/RADAR BANYUWANGI)
Ia menambahkan, Kemenag Banyuwangi terus mendorong peningkatan layanan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui rencana pelaksanaan pelatihan bimbingan perkawinan (Bimwin) secara daring yang akan dijalankan oleh KUA.
Chaironi juga menyoroti terobosan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Banyuwangi yang dinilai berhasil memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif sebagai sarana dakwah dan edukasi keagamaan.
Apresiasi juga disampaikan kepada komunitas Lentera Sastra yang dinilai konsisten dan produktif dalam menerbitkan buku. Bahkan, komunitas tersebut mampu mendorong para siswa untuk menulis hingga menerbitkan karya.
”Kami tetap melaksanakan tugas dengan baik dan berintegritas untuk menjaga nama baik Kemenag,” tegasnya.
Page 2
Menurut Chaironi, peradaban sebuah bangsa dapat dilihat dari tingkat literasinya. Ia menilai budaya literasi di Banyuwangi sudah tumbuh kuat, mulai dari guru hingga siswa yang terbiasa menulis dan mengarang buku.
“Di Banyuwangi, guru dan siswa sudah terbiasa mengarang buku. Itu menggambarkan bagaimana tingkat literasi di sini,” ujarnya.
Sebelum memberikan sambutan, Akhmad Sruji Bahtiar menyerahkan lencana penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaironi Hidayat, sebagai apresiasi atas pengabdian dan dedikasinya dalam menjalankan amanah.
Sruji menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam bekerja bagi seluruh ASN Kemenag. Ia mengingatkan agar setiap aparatur menjauhkan ego dan sikap sombong dalam menjalankan tugas.
“Seluruh ASN harus terus menjaga keikhlasan dalam bekerja dengan menjauhkan ego dan kesombongan. Refleksi diri menjadi landasan penguatan spiritual dan integritas Kemenag,” katanya.
Sruji menjelaskan bahwa makna Hari Amal Bakti bukan sekadar peringatan hari jadi, melainkan pengingat untuk terus menyalurkan kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
“Di Kemenag tidak ada istilah hari ulang tahun, yang ada adalah Hari Amal Bakti. Artinya, kita harus terus melayani masyarakat dengan berbuat kebaikan dan memberikan manfaat,” ujarnya. (ray/aif)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi ditutup dengan acara resepsi di Hedon Estate, Rabu (14/1) malam.
Acara tersebut dihadiri ratusan tamu undangan, mulai dari penghulu, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), hingga kepala madrasah.
Turut hadir Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar.
Kehadiran Kepala Kanwil Kemenag disambut iringan musik dan tarian tradisional khas daerah.
Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat didaulat mengalungkan selendang serta memasangkan udeng khas Banyuwangi sebagai bentuk penghormatan.
Dalam sambutannya, Chaironi Hidayat menyampaikan, seluruh program kerja Kemenag Banyuwangi yang digawangi oleh seluruh entitas berjalan lancar dan menuai kesuksesan.
Ia mencontohkan capaian di bidang pendidikan yang dinilainya membanggakan.
“Di bidang pendidikan, salah satu peserta didik kita berhasil meraih prestasi juara internasional di Rusia. Dari sini kita bisa mengukur kualitas madrasah di Banyuwangi, baik dari sisi guru maupun muridnya,” ujar Chaironi.
Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat memasangkan udeng kepada Kepala Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar di Hedon Estate, Rabu malam (14/1). (KSTARIA RAYA/RADAR BANYUWANGI)
Ia menambahkan, Kemenag Banyuwangi terus mendorong peningkatan layanan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui rencana pelaksanaan pelatihan bimbingan perkawinan (Bimwin) secara daring yang akan dijalankan oleh KUA.
Chaironi juga menyoroti terobosan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Banyuwangi yang dinilai berhasil memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif sebagai sarana dakwah dan edukasi keagamaan.
Apresiasi juga disampaikan kepada komunitas Lentera Sastra yang dinilai konsisten dan produktif dalam menerbitkan buku. Bahkan, komunitas tersebut mampu mendorong para siswa untuk menulis hingga menerbitkan karya.
”Kami tetap melaksanakan tugas dengan baik dan berintegritas untuk menjaga nama baik Kemenag,” tegasnya.







