Ribuan CJH Banyuwangi Ikuti Manasik Masal

  • Bagikan

Ribuan-CJH-Banyuwangi-Ikuti-Manasik-Masal

Kloter 9 dan 10 Berangkat 11 Agustus

ROGOJAMPI – Ribuan calon jamaah haji (CJH) asal Banyuwangi tunplek blek di lapangan Lugjag, Desa Pengantigan, Rogojampi, kemarin. Calon tamu Allah itu mengikuti manasik haji masal yang diselenggarakan Kantor Kemenag Banyuwangi. Mereka begitu bersemangat mengikuti manasik di tengah panasnya terik matahari.

Sebelum mengikuti praktik melaksanakan ibadah haji, para CJH terlebih dulu mendapat bimbingan dari Kasi Akomodasi Transportasi dan Perlengkapan Haji, Kemenag Wilayah Provinsi Jawa Timur, H. Sutarwo. “Yang terpenting agar semua berjalan lancar, semua calon jamaah haji bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan petugas haji, termasuk ketua regu dan ketua kloter,” ujarnya.

Tidak hanya itu, para CJH juga diminta mematuhi semua peraturan yang dijelaskan petugas haji, terutama saat berada di Tanah Suci. Sehingga, seluruh rangkaian ibadah haji bisa berlangsung lancar, tertib, dan aman.

“Jawa Timur menjadi percontohan pelaksanaan ibadah haji terbaik, jadi kami mohon ini harus tetap dijaga,” tandasnya.  CJH asal Banyuwangi yang akan berangkat tahun ini berjumlah 987 orang yang terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 9, 10, dan 11.

CJH kloter 9 dan 10 akan berangkat ke Tanah Suci pada 11 Agustus, dan kloter 12 baru akan berangkat pada 12 Agustus. Sementara itu, pelaksanaan manasik masal bagi CJH Banyuwangi sempat dikeluhkan. Jadwal bimbingan dinilai terlalu mepet dengan keberangkatan haji.

Kondisi itu dirasa memberatkan bagi calon jamaah yang sudah lanjut usia (lansia). Salah satu CJH asal Desa/Kecamatan Rogojampi, Muhammad Hujaini, 40, mengatakan pelaksanaan manasik haji sangat mepet dengan waktu keberangkatan yang dijadwalkan Kamis (11/8) mendatang.

“Saya saja merasa lelah, apalagi yang usianya lebih tua,” katanya. Mestinyra, lanjut Hujaini, manasik haji sudah tuntas sebelum Ramadan. Sehingga, usai Idul Fitri para CJH tidak disibukkan dengan kegiatan bimbingan haji dan sudah berkonsentrasi mempersiapkan barang bawaan dan menjaga kondisi fisik.

Baca :
Longsor Timbun Tiga Rumah di Banyuwangi, Satu Orang Meninggal Dunia

“Hari ini (kemarin) manasik haji masal. Tanggal 29 Juli sampai Agustus masih harus manasik lagi di tingkat kecamatan,” katanya. Hal senada juga diungkapkan Slamet, 58. Warga Desa Rogojampi itu menyampaikan pelaksanaan manasik haji sangat memporsir tenaganya. Apalagi, manasik haji itu waktunya relatif lama dan cuaca panas.

“Sebetulnya bisa latihan, tapi kalau terlalu terporsir bisa sakit sebelumn berangkat,” keluhnya. Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, H. Muklis, tidak menampik pelaksanaan manasik haji sangat mepet dengan jadwal keberangkatan 11 Agustus mendatang.

“Ya memang mepet, karena anggarannya baru cair setelah Lebaran,” ungkapnya. Meski demikian, hingga kini persiapan keberangkatan CJH asal Banyuwangi masih berjalan lancar. Mereka tinggal mempersiapkan koper dan menunggu jadwal keberangkatan.

“Mohon doanya semoga para calon jamah haji berangkat lancar. Utuh hingga kembali pulang ke tanah air,” harapnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: