Rifqoh El Hanifah, Siswi SDN yang Hafal 14 Juz Alquran

0
1395

“Kadang kami mengajari mengaji  sembari menemani Ifah bermain ayunan di Taman Sritanjung.  Kadang pula mengajari Ifah  belajar mengaji sambil bermain pasir di Pantai Boom,” kenang  Basith diiyakan Baiqoh saat keduanya menjemput putrinya sekolah di SDN 2 Tukangkayu, Banyuwangi, Minggu siang (1/4).

Saat Ifah berusia tiga tahun, Basith dan Baiqoh “menitipkan” gadis kecil itu di Rumah Tahfidz,  semacam pondok pesantren yang  berlokasi di jalan Mendut, Banyuwangi. Meski telah mondok, Ifah  kecil kerap pulang ke rumahnya lantaran tidak kerasan.

“Jadi, setelah selesai mengaji, Ifah pulang ke rumah. Esoknya kem bali  ke pondok untuk belajar ngaji  lagi. Begitu seterusnya. Baru beberapa tahun terakhir Ifah menginap di Rumah Tahfidz,” kata  Basith.  Singkat cerita, semangat Ifah belajar mengaji terlecut sejak adiknya lahir. Kala itu, usia Ifah  tiga tahun lebih.

“Saya bilang. Kalau Mbak Ifah malas belajar.  Nanti kalah pintar sama adik bayi,” cerita Baiqoh.  Kalimat itu rupanya sangat  ampuh melecut semangat Ifah untuk belajar mengaji. Bahkan bukan hanya ngaji, Ifah yang  sebelumnya juga malas belajar  pelajaran sekolah, juga berubah  menjadi sangat giat.

“Bahkan  saat sudah mengantuk pun, Ifah tidak mau saya suruh tidur. Dia minta izin menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) sari gurunya  di sekolah,” imbuh Baiqoh.  Baiqoh menambahkan, awal Ifah belajar mengaji di Rumah Tahfidz, putrinya itu belajar  menghafal Quran dengan metode  tutor. Namun setelah itu, tepatnya ketika kemampuan Ifah membaca  Alquran sudah dinilai mumpuni,  metode pelajaran diganti dengan sistem setor.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Kakek Berusia 60 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya