Rising Star Kiper Persewangi Dodi Boy Vinalosa

0
481

risingPamit Sekolah, Foto diVietnam Masuk Koran


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Banyak yang tidak tahu jejak karir kiper Persewangi, Dodi Boy Vinalosa, 23. Selama ini, pemuda asal Ringinsari, Kecamatan Pesanggaran, itu lebih dikenal sebagai pemain level sekolahan. MENDENGAR nama Dodi Boy Vinalosa, sebagian orang mungkin akan mengerutkan dahi. Bagi penggemar tinju profesional, nama ter sebut tentu bukan hal yang asing. Sebab, nama tersebut mirip mantan juara dunia tinju IBF kelas terbang junior asal Filipina. “Ya, nama pemberian orang tua memang iden tik dengan petinju.

Mungkin dulu ayah saya penggemar petinju itu. Sampai nama yang diberikan pun sama dengan atlet favo ritnya kala itu,” jelas Boy kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Namun, kini Boy yang sudah berusia 23 tahun itu bukanlah seorang petarung di atas ring. Pemuda yang memiliki tinggi badan 179 cm dan berbobot 75 Kg itu merupakan se orang pemain sepak bola profesional. Ber sama Persewangi Banyuwangi, dia memulai karir profesional dengan berposisi sebagai pen jaga gawang. Sepak bola bukan hal asing bagi anak ke tiga pasangan Sujono dan Tukini itu.

Se jak duduk di bangku sekolah menengah per tama, Boy sudah hobi bermain sepak bola. Kemampuannya memainkan si kulit bun dar diperoleh secara alami. Inilah yang mem buatnya tidak memiliki riwayat klub yang mem binanya. Dia pun lebih dikenal teman, keluarga, dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya, se bagai pemain sepak bola level sekolah. Awalnya dia tidak berposisi sebagai penjaga gawang. Awalnya, dia berposisi sebagai bek kanan. Namun, kejelian pemandu bakat membuat semua berubah.

Loading...

Atas saran kenalan kakaknya yang tinggal di Surabaya, Boy disarankan berganti posisi menjadi penjaga gawang Melihat bakat dan kemampuan terpendam tersebut, pemuda kelahiran 5 Mei 1990 itu pun memutuskan hijrah ke Surabaya. Selesai sekolah di tingkat menengah atas, dia bergabung dengan klub anggota PSSI Surabaya, Assyabab. Di klub Kota Pahlawan itu, kemampuan Boy terasah. Selain bermain di kompetisi in ternal PSSI Surabaya, dia juga melanglang buana ke sejumlah klub di Jawa Timur.

Bermain di tingkat junior, warga Ringinsari, Ke camatan Pesanggaran, itu pernah berkostum tim besar, PSMP Junior. Bakat Boy membuatnya dipanggil dalam skuad sepak bola Jawa Timur. Sebagai penjaga gawang, Boy tampil di PON Riau 2012. Namun, dia tidak dianggap sebagai atlet Banyuwangi. Dia dianggap sebagai atlet asal Surabaya. “Aku pakai nama atlet asal Surabaya saat itu,” ujarnya. Lewat PON, identitas Boy sebagai seorang pesepak bola mulai terdengar.

Memamerkan gerakan akrobatik saat menangkap bola menjadi ciri khasnya. Hal itulah yang membuatnya sering mendapat aplaus dari penonton yang menyaksikan. Sementara itu, munculnya Boy sebagai anggota tim sepak bola membuat teman dekatnya terkejut. Keluarga, teman, dan para tetangga, hanya mengetahui Boy seba gai pemain bola level sekolah. Apalagi, ke pindahannya ke Surabaya setelah lulus SMP tidak dalam rangka mengembangkan bakat sepak bola. “Awalnya terkejut. Tapi orang tua akhirnya tahu pas akan pemusatan latihan di Vietnam. Di koran ada foto saya, dan itu jadi bukti untuk mereka (orang tua),” bebernya.

Belum selesai terkejut melihat Boy di PON 2012 di Riau, para kerabat kini kembali terkejut. Kepercayaan manajemen Persewangi merekrut adik Lilik Damiati dan Sugeng Hariadi itu yang membuat mereka kembali terkejut. Apalagi, dalam tim berjuluk Laskar Blambangan di pentas Divisi Utama Indonesia Super League musim ini, Boy dipercaya sebagai kiper utama. Justru itulah yang menjadi spirit sekaligus tantangan bagi Boy.

Keterkejutan orang terdekatnya itu di jawab dengan penampilan luar biasa di bawah gawang Persewangi. Di tiga kali pertandingan yang sudah dilakoni Persewangi, dia masih menjadi dipercaya pelatih Bagong Iswahyudi dan Mohamad Hasan. Boy berharap, dirinya mampu mengangkat prestasi Persewangi Banyuwangi di pentas Divisi Utama. “Saya ingin mengangkat dan meraih prestasi bersama Persewangi,” tegasnya. (radar)

Vietnam Masuk Koran

Loading...

Kata kunci yang digunakan :