Ritual Mandi Darah Ayam sebelum Khitan

0
1178

GLAGAB – Banyuwangi memang kaya khzanah budaya. Mulai ider bumi sampai mantu kucing ada di Bumi Blambangan. Yang terkini adalah ritual kolo, yakni memandikan anak sebelum dikhitan dengan darah ayam.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ritual kolo di Desa Glagah ini memiliki nilai filosofis cukup dalam. Ritual tersebut dilakukan pada tiga sampai tujuh hari sebelum khitan dilaksanakan. Salah seorang warga Glagah, Sunadi, 34, kemarin (28/12) menggelar ritual tersebut.

Sebelum menuju ritual puncak, terlebih dulu digelar ritual jual rujak dan dawet. Dua wanita tua yang merupakan famili dari anak yang hendak dikhitan membawa sebuah kuali dan kendi yang masing-masing berisi rujak parut dan dawet.

Kemudian, datang tetangga dan famili berebut membeli dua jajanan tersebut.  Yang unik, tidak ada satu pun dari mereka yang membawa uang. Mereka hanya membawa pecahan piring dan gelas yang ditukar dengan satu mangkuk rujak atau satu gelas dawet.

Menurut Jam’i, 72, salah satu tetua setempat, pecahan piring atau yang biasa disebut beling itu dulu digunakan warga sebagai alat tukar pengganti uang.  Kenapa makanan jenis rujak dan dawet yang dijual, menurut Jam’i, karena rujak memiliki makna rukun ajak-ajak.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last